• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Presiden Venezuela Ditangkap AS, Harga Minyak Tak Bergeming

Presiden Venezuela Ditangkap AS, Harga Minyak Tak Bergeming

January 5, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Presiden Venezuela Ditangkap AS, Harga Minyak Tak Bergeming

9 months ago
in ENTREPRENEUR
Presiden Venezuela Ditangkap AS, Harga Minyak Tak Bergeming
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia nyaris stagnan pada awal pekan ini, Senin (5/1/2026) pukul 10.10 WIB, di tengah pasar yang masih mencerna guncangan geopolitik dari Venezuela.

Melansir Refinitiv minyak Brent berada di US$ 60,76 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$ 57,26 per barel.

Posisi ini memperpanjang fase melemah yang sudah terjadi sejak awal Desember. Jika ditarik ke belakang, Brent sempat berada di kisaran US$ 63-64 per barel pada awal Desember 2025, sebelum meluncur bertahap hingga ke area US$ 60 pada akhir tahun dan bertahan di zona tersebut hingga awal Januari. WTI juga bergerak serupa, turun dari kisaran US$ 60 ke sekitar US$ 57. Pola harga Refinitiv ini menunjukkan tekanan turun yang konsisten, bukan sekadar fluktuasi harian.

Di balik pelemahan tersebut, pasar global sedang menghadapi kombinasi yang jarang bersahabat bagi harga, pasokan yang melimpah dan permintaan yang tidak cukup kuat untuk menyerapnya.

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat memang sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Namun pasar dengan cepat menilai bahwa dampaknya justru bisa memperbesar suplai dalam jangka menengah, bukan sebaliknya.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan memperkuat persepsi itu. Ia menegaskan sanksi terhadap industri minyak Venezuela tetap berlaku, tetapi perusahaan-perusahaan Amerika akan membantu membangun kembali infrastruktur dan menghidupkan produksi negara tersebut.

Bagi pasar, ini berarti satu hal: minyak Venezuela yang selama ini terhambat bisa kembali masuk ke pasar global, meskipun prosesnya tidak instan. Venezuela memang kini hanya menyumbang kurang dari 1% pasokan dunia, tetapi di tengah pasar yang sudah kelebihan pasokan, tambahan kecil saja sudah cukup untuk menekan harga.

Tekanan itu datang bersamaan dengan posisi OPEC+ yang memilih untuk menunda kenaikan produksi pada kuartal pertama, menunggu kejelasan dari Venezuela. Kartel yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia itu sadar bahwa pasar saat ini sedang menuju surplus besar, seiring negara-negara non-OPEC juga meningkatkan produksi, sementara konsumsi global tidak tumbuh agresif. Dalam situasi seperti ini, bahkan kebijakan menahan pasokan pun belum tentu mampu mengangkat harga.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .