• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.730

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.730

January 6, 2026
FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

October 8, 2026
Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

October 8, 2026
Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

October 8, 2026
Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Emiten Haji Isam JARR Gadai 7,99 Miliar Saham ke Bank Mandiri

October 8, 2026
Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

Emiten Haji Isam Gadai Saham Pengendali JARR ke BMRI 7,99 Miliar

October 8, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.730

9 months ago
in Market
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.730
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (6/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah Garuda berada di level Rp16.730/US$ atau terapresiasi sebesar 0,03% pada awal perdagangan. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,12% ke posisi Rp16.735/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat menguat tipis 0,06% ke level 98,325, setelah sehari sebelumnya sempat berbalik terkoreksi 0,16% dan ditutup di level 98,270 meski sempat menguat di awal sesi.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika dolar AS di pasar global, yang dalam beberapa hari terakhir bergerak fluktuatif seiring kombinasi data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik.

Dari sisi fundamental, dolar AS sempat melemah setelah rilis data indeks manufaktur ISM Desember yang kembali menunjukkan kontraksi lebih dalam, turun ke level 47,9 atau menjadi laju kontraksi terdalam dalam 14 bulan. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap ketahanan aktivitas industri AS dan menekan permintaan terhadap dolar.

Namun, tekanan tersebut sempat tertahan oleh meningkatnya permintaan aset safe haven menyusul eskalasi geopolitik di Venezuela, serta komentar bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Seperti Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menilai suku bunga AS saat ini berada dekat dengan level netral, serta Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson yang membuka peluang penyesuaian suku bunga lanjutan apabila inflasi dan pasar tenaga kerja bergerak sesuai ekspektasi.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar saat ini masih memperkirakan peluang sekitar 16% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 27-28 Januari mendatang, sementara ekspektasi jangka menengah tetap mengacu pada potensi pemangkasan suku bunga sekitar 50 basis poin di sepanjang 2026.

Dengan faktor data ekonomi AS, komentar pejabat The Fed, serta ketidakpastian geopolitik global, volatilitas dolar AS diperkirakan masih akan menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

FTSE Russell Pertahankan Status RI, Pantau Reformasi Pasar Modal

October 8, 2026
Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

Presiden Komisaris Mu’min Ali Gunawan Mundur, PANS Segera Gelar RUPS

October 8, 2026
Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

Asing Diam-DIam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Terkoreksi

October 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .