• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Koreksi 0,15%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.640

Rupiah Koreksi 0,15%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.640

December 4, 2025
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Koreksi 0,15%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.640

10 months ago
in Lifestyle
Rupiah Koreksi 0,15%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.640
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025).

Merujuk data Refinitiv, kurs rupiah mengalami tekanan sebesar 0,15% atau naik ke level Rp16.640/US$ pada penutupan perdagangan. Rupiah sejatinya sudah mengalami pelemahan sejak dibuka pada perdagangan pagi tadi di level Rp16.620/US$ atau melemah tipis 0,03%.

Pelemahan berlanjut hingga penutupan perdagangan, sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di rentang level Rp16.620 – Rp16.653/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB tengah mengalami penguatan 0,14% di level 98,991.


Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring rebound dolar AS di pasar global, meskipun secara tren dolar masih berada dalam tekanan. Mata uang greenback melemah setelah serangkaian data ekonomi yang kurang menggembirakan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pekan depan.

Greenback juga mendapatkan tekanan dari meningkatnya spekulasi politik moneter di Washington. Investor kini menimbang peluang penunjukan Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, sebagai Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang. Hassett diperkirakan akan mendorong pelonggaran kebijakan lebih cepat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mengumumkan kandidat pengganti Powell awal tahun depan. Namun proses seleksi yang diperpanjang ini meningkatkan ketidakpastian di pasar, terlebih karena sejumlah analis menilai bahwa penunjukan Hassett dapat menekan dolar.

Di sisi lain, probabilitas penurunan suku bunga The Fed semakin menguat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan 89% kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC pekan depan, dengan total ekspektasi pelonggaran mencapai 89 bps hingga akhir 2026.

Rebound dolar hari ini memberikan tekanan tambahan bagi rupiah, meskipun secara garis besar greenback masih dalam tren pelemahan.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tetap siaga menjaga stabilitas kurs, bahkan di luar hari kerja resmi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa upaya menjaga rupiah tidak mengenal hari libur. Dia mencontohkan episode pelemahan tajam pada April lalu, ketika rupiah sempat menembus atas Rp17.000/US$ di tengah libur Lebaran. Pada momen itu, BI melakukan intervensi agresif, termasuk di pasar luar negeri.

“Per April kemarin saat tenang Lebaran, market hit dari luar. Kita langsung coba masuk intervensi di offshore,” ujar Destry dalam acara CNBC Indonesia Financial Forum di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Destry menegaskan bahwa stabilitas kurs tetap menjadi fokus utama kebijakan BI, meskipun bank sentral juga mendapat mandat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UU P2SK.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .