• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US7,87 Juta

3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta

June 8, 2026
Holding Manajer Investasi Himbara Rampung Bulan Ini

Holding Manajer Investasi Himbara Rampung Bulan Ini

June 8, 2026
Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

June 8, 2026
Danantara Akan Kaji Pendirian Perusahaan Leasing Pesawat

Danantara Akan Kaji Pendirian Perusahaan Leasing Pesawat

June 8, 2026
Gelar RUPST 2025, Telkom Sepakati Buyback Saham & Bagi Dividen Rp21,9T

Gelar RUPST 2025, Telkom Sepakati Buyback Saham & Bagi Dividen Rp21,9T

June 8, 2026
Dolar Tembus Rp18.180, Purbaya Tetap Pede Rupiah Bisa Menguat Lagi

Dolar Tembus Rp18.180, Purbaya Tetap Pede Rupiah Bisa Menguat Lagi

June 8, 2026
Telkom (TLKM) Mau Buyback Saham Rp 4 Triliun

Telkom (TLKM) Mau Buyback Saham Rp 4 Triliun

June 8, 2026
Achmad Kalla Lego Seluruh Saham BUKK, Kantongi Rp265,7 M

Achmad Kalla Lego Seluruh Saham BUKK, Kantongi Rp265,7 M

June 8, 2026
Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Melonjak 1.688%

Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Melonjak 1.688%

June 8, 2026
Tok! Telkom Akan Bagi Dividen Rp21,9 T atau Setara Rp221 per Saham

Tok! Telkom Akan Bagi Dividen Rp21,9 T atau Setara Rp221 per Saham

June 8, 2026
Edwin Hidayat & Anthony Leong Jadi Komisaris

Edwin Hidayat & Anthony Leong Jadi Komisaris

June 8, 2026
BI Mulai Publikasi Data Imbal Hasil Transaksi Repo-SRBI Tiap Minggu

BI Mulai Publikasi Data Imbal Hasil Transaksi Repo-SRBI Tiap Minggu

June 8, 2026
IHSG Terperosok ke Level 5.342, Sudah Anjlok 41% Tahun Ini

IHSG Terperosok ke Level 5.342, Sudah Anjlok 41% Tahun Ini

June 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, June 8, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta

14 hours ago
in News
3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US7,87 Juta
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendapatkan dukungan pendanaan internasional. Dukungan tersebut diperoleh setelah tiga proyek PGEO masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, masuknya proyek-proyek PGEO ke dalam Green Book 2026 Bappenas menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

“Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGEO mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 40% yakni US$43,90 juta, dibandingkan US$31,35 juta pada periode
yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar US$116,56 juta atau meningkat 14,8 persen dibandingkan US$101,507 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada 2025, PGE mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) dengan total produksi mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55% dibandingkan 4.827 GWh pada 2024.

Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026, ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen (YoY) menjadi 1.370 GWh.

Menurutnya, capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya. Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global.

“Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” tuturnya.

Ketiga proyek tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 (55 megawatt/MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), serta PLTP Lahendong Unit 7 – 8 (50 MW).

Dengan masuknya ketiga proyek ini ke dalam Green Book, pendanaan yang didapatkan diharapkan dapat membantu Perseroan mempertahankan cost of debt yang kompetitif sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.

“Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Green Book 2026 yang secara resmi bernama Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 memuat proyek- proyek nasional yang berhasil mendapatkan komitmen pendanaan luar negeri yang dikoordinasikan Pemerintah Indonesia melalui berbagai mitra pembangunan internasional.

Daftar tersebut disusun berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 52/M. PPN/IIK/06/2026.

Sebelumnya, proyek-proyek tersebut telah masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025 – 2029 (Blue Book) Bappenas yang telah memenuhi berbagai aspek kesiapan teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan yang dipersyaratkan.

Adapun ketiga proyek tersebut tercantum dalam skema on-lending melalui pembiayaan concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih atraktif serta tenor yang lebih
panjang dibandingkan pembiayaan komersial.

Nilai total pinjaman yang tercantum dalam Green Book 2026 mencapai US$477,87 juta, antara lain, PLTP Lumut Balai Unit 3 (target COD 2030) senilai US$158,86 juta dari JICA. PLTP Lumut Balai Unit 4 (target COD 2032) senilai US$148,97 juta dari JICA. Dan PLTP Lahendong Unit 7 – 8 (target COD 2030) senilai US$170,04 juta dari World Bank

Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt(GW). Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah
pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional.

PLTP Lumut Balai Unit 3 dan PLTP Lumut Balai Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, akan memperluas pengembangan panas bumi PGE di wilayah Sumatera.

Kedua proyek tersebut juga telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) yang mendukung prospek pengembangannya ke depan, dengan PLTP Lumut Balai Unit 4 tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 202 – 2034.

Sementara itu, penambahan kapasitas produksi melalui PLTP Lahendong Unit 7 – 8 serta Binary Unit di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akan, meningkatkan kontribusi PGE terhadap pemenuhan kebutuhan listrik Sulawesi Utara dari 30 persen menjadi 35 –
40 persen dari total kebutuhan listrik.

Sejalan dengan pengembangan tersebut, sebagai world leading geothermal producer, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama, yaitu
optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru.

“Kami meyakini bahwa setiap pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan ekosistem industri dalam negeri,” tutupnya.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Holding Manajer Investasi Himbara Rampung Bulan Ini

Holding Manajer Investasi Himbara Rampung Bulan Ini

June 8, 2026
Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

June 8, 2026
Danantara Akan Kaji Pendirian Perusahaan Leasing Pesawat

Danantara Akan Kaji Pendirian Perusahaan Leasing Pesawat

June 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .