• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa RI, Ini Daftarnya

59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa RI, Ini Daftarnya

August 30, 2026
Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

August 31, 2026
IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

August 31, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

August 31, 2026
Video:Nasib IHSG & Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi-Rebalancing MSC

Video:Nasib IHSG & Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi-Rebalancing MSC

August 31, 2026
Topcer! BRI Cetak Laba Rp 31,2 Triliun Sepanjang H1-2026

Topcer! BRI Cetak Laba Rp 31,2 Triliun Sepanjang H1-2026

August 31, 2026
BRImo Makin Ramai, Transaksi Melesat & Dana Murah BRI Menguat

BRImo Makin Ramai, Transaksi Melesat & Dana Murah BRI Menguat

August 31, 2026
Habco (HATM) Private Placement 640 Juta Saham, Investornya Terungkap

Habco (HATM) Private Placement 640 Juta Saham, Investornya Terungkap

August 31, 2026
Perusahaan Kakap China Mau Tanam Duit Rp4 T, Bangun Industri Otomotif

Perusahaan Kakap China Mau Tanam Duit Rp4 T, Bangun Industri Otomotif

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester I-2026

Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester I-2026

August 31, 2026
Risiko Kredit BRI Turun, Biaya Kredit Susut Jadi 3,1%

Risiko Kredit BRI Turun, Biaya Kredit Susut Jadi 3,1%

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester 1 2026

Pertumbuhan Kredit BRI Ngebut! Naik 16% di Semester 1 2026

August 31, 2026
CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

August 31, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 31, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa RI, Ini Daftarnya

15 hours ago
in News
59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa RI, Ini Daftarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 59 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk dalam daftar emiten yang berpotensi dihapus pencatatannya atau delisting. Sebabnya, perusahaan itu mengalami penghentian sementara perdagangan atau suspensi selama enam bulan atau lebih hingga 30 Juni 2026.

BEI menjelaskan bahwa delisting dapat dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang berdampak negatif secara signifikan terhadap kelangsungan usahanya, baik dari sisi keuangan maupun hukum, sehingga tidak mampu menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu, delisting juga dapat dilakukan apabila emiten tidak memenuhi persyaratan pencatatan di bursa atau apabila saham perusahaan telah disuspensi di pasar reguler, pasar tunai maupun seluruh pasar selama paling sedikit 24 bulan.

Adapun emiten yang telah mengalami suspensi lebih dari 6 bulan antara lain, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) selama 16 bulan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selama 16 bulan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) selama 13 bulan, PT Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Master Print Tbk (PTMR).

Selanjutnya, PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT), PT Tera Mega Asia Energy Tbk (TGRA) dan PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) yang masing-masing telah disuspensi selama 12 bulan, serta PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) selama 11 bulan.

Lalu, PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) selama 10 bulan, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS), PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB), PT Men Teknologi Indonesia Tbk (MENN) yang masing-masing selama 8 bulan, serta PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), PT Meta Epsi Tbk (MTPS) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) selama 7 bulan, dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menjadi emiten dengan masa suspensi paling singkat, yakni 6 bulan sejak 17 Desember 2025.

Pada kelompok emiten dengan suspensi sekitar 2 tahun antara lain, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dan PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) yang seluruhnya telah disuspensi selama 24 bulan.

Selain itu, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) telah disuspensi selama 22 bulan, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) selama 20 bulan, serta beberapa emiten lainnya seperti PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH), PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Metro Realty Tbk (MTSM), PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) dan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) yang telah disuspensi selama 17 bulan.

Sementara itu, sejumlah emiten lainnya telah memasuki masa suspensi antara 2 hingga 4 tahun sehingga termasuk emiten yang memenuhi kriteria pengumuman potensi delisting. Emiten tersebut di antaranya PT JSKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) dan PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) yang telah disuspensi selama 47 bulan, PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) selama 47 bulan, PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) selama 48 bulan, PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) selama 41 bulan.

Kemudian, ada PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) selama 38 bulan, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI), PT Aksara Global Development Tbk (GAMA) dan PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) yang masing-masing telah disuspensi selama 36 bulan, serta PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) selama 35 bulan.

Selain itu, sejumlah emiten lain juga telah mengalami penghentian perdagangan lebih dari 6 tahun, antara lain PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) yang masing-masing telah disuspensi selama 77 bulan, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) selama 73 bulan, PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) selama 70 bulan, serta PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) selama 68 bulan.

Bahkan, ada emiten dengan suspensi dalam jangka waktu yang sangat lama, yaitu PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) yakni 87 bulan sejak 23 April 2019.

Posisi berikutnya ditempati PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan suspensi 86 bulan sejak 27 Mei 2019, disusul PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) selama 84 bulan sejak 17 Juli 2019, PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) selama 80 bulan sejak 2 Desember 2019, serta PT SMR Utama Tbk (SMRU) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang masing-masing telah disuspensi selama 78 bulan sejak Januari 2020.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

August 31, 2026
IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

August 31, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

August 31, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .