• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

April 23, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

6 months ago
in News
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan penyesuaian kriteria saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45. Setidaknya ada tiga aspek baru yang akan jadi pertimbangan konstituen indeks tersebut.

Penyesuaian dilakukan dengan penambahan tiga aspek utama, yakni minimum free float, jumlah hari transaksi, serta ketentuan saham dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Di luar penambahan tersebut, kriteria pemilihan konstituen indeks LQ45 tidak mengalami perubahan.

Dari total 45 saham yang masuk dalam indeks LQ45, terdapat dua emiten yang saat ini masuk dalam kategori HSC, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Keberadaan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi ini menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi indeks ke depan.

Sementara itu, dari sisi definisi dan persyaratan free float, seluruh emiten dalam indeks LQ45 saat ini telah memenuhi batas minimum 10%. Namun demikian, terdapat lima emiten yang posisinya berpotensi tertekan apabila ambang batas free float dinaikkan menjadi 15%.

“Universe IDX80 harus memenuhi minimum rasio free float sebesar 10% atau mengikuti ketentuan dalam Peraturan BEI Nomor I-A terbaru serta Surat Edaran Nomor SE-00004/BEI/03-2026, mana yang lebih tinggi,” sebagaimana dikutip dari pengumuman resmi tersebut, Rabu, (22/4/2026).

Mengacu pada data konstituen indeks LQ45 per 30 Januari 2026, lima emiten dengan free float di bawah 15% tersebut antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan free float sebesar 11,63%, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar 10,24%.

Selain itu, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan free float sebesar 12,53%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar 14,35%, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 14,49%.

Meski demikian, penyesuaian ini berlaku efektif mulai 4 Mei 2026. Dengan demikian, perubahan komposisi maupun peningkatan free float oleh emiten masih dimungkinkan sebelum aturan tersebut diimplementasikan secara penuh.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .