• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mengenal Crazy Rich RI yang Suka Pesta di Istana

Mengenal Crazy Rich RI yang Suka Pesta di Istana

November 7, 2025
Sah! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sah! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

May 30, 2026
Menteri RI Divonis Mati Gara-Gara Korupsi, Semua Harta Disita

Menteri RI Divonis Mati Gara-Gara Korupsi, Semua Harta Disita

May 30, 2026
Orang Terkaya RI Jadi Sopir Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

Orang Terkaya RI Jadi Sopir Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

May 30, 2026
Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

May 30, 2026
Sertifikasi, Kunci Produk Superfood RI Tembus ASEAN, China & AS

Sertifikasi, Kunci Produk Superfood RI Tembus ASEAN, China & AS

May 30, 2026
TNI Temukan Harta Karun Emas Soekarno di Sukabumi, Begini Nasibnya

TNI Temukan Harta Karun Emas Soekarno di Sukabumi, Begini Nasibnya

May 30, 2026
Jurus Distributor Alkes Saat Rupiah Melemah-Biaya Logistik Naik

Jurus Distributor Alkes Saat Rupiah Melemah-Biaya Logistik Naik

May 30, 2026
Bongkar Muat Lambat, Sebab Ongkos Logistik RI Masih Mahal

Bongkar Muat Lambat, Sebab Ongkos Logistik RI Masih Mahal

May 30, 2026
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026, Harta Ratusan Triliun

Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026, Harta Ratusan Triliun

May 30, 2026
Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M

Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M

May 30, 2026
Habibie Pernah Bikin Dolar Rp16.800 Jadi Rp6.550, Begini 4 Jurusnya

Habibie Pernah Bikin Dolar Rp16.800 Jadi Rp6.550, Begini 4 Jurusnya

May 30, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimal Segini Menurut Ahli Keuangan

Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimal Segini Menurut Ahli Keuangan

May 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 30, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Mengenal Crazy Rich RI yang Suka Pesta di Istana

7 months ago
in ENTREPRENEUR
Mengenal Crazy Rich RI yang Suka Pesta di Istana
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indonesia memiliki sosok konglomerat pertama pada era Soekarno. Salah satunya adalah Teuku Markam yang memiliki kekayaan super dan dikenal luas. Bahkan, Ia menyumbang emas 28 kg untuk pembangunan tugu api Monumen Nasional (Monas) karya arsitek Frederich Silaban.

Namun, kebenarannya terkait klaim sumbangan ini memang masih menjadi perdebatan. Namun, sosok Teuku Markam sebagai pengusaha super tajir atau crazy rich era Sukarno bukanlah perdebatan belaka, melainkan sudah menjadi fakta sejarah.

Kisah Teuku Markam terpatri dalam buku ‘Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia’ (1984). Dalam buku itu disebutkan Teuku Markam lahir di Panton Labu pada 12 Maret 1924 dari keturunan bangsawan (uleebalang). Meski punya keistimewaan, dia memilih untuk tidak bersekolah.

Memasuki 20 tahun, Markam memutuskan untuk berjuang angkat senjata melawan Belanda. Pada usia itu ia memilih untuk menjadi penyelundup senjata dari Singapura ke Pekanbaru. Perjuangan ini dijalankannya selama 10 tahun. Bahkan, ia termasuk dalam golongan perwira menengah, yakni berpangkat Kapten.

Namun, pada 1957 dia memutuskan keluar dari militer dan terjun menjadi pengusaha. Dia mendirikan perusahaan PT Karkam, singkatan dari Kulit Aceh Raya Kapten Markam.

Richard Robinson dalam buku ‘Indonesia: The Rise of Capital’ (2009) menyebut Karkam adalah perusahaan satu-satunya yang memiliki hak eksklusif ekspor karet dari Sumatra Selatan ke Singapura dan Malaysia selama masa konfrontasi (1960-1963).

Selain itu, Karkam juga memegang lisensi proyek besar dari negara, yakni impor Nissan Jeep dan Semen Asano dari Jepang. Berkat bisnis yang besar itu Robinson menyebut Karkam sebagai perusahaan beraset jutaan dolar AS.

Keuntungan yang didapat perusahaan jelas membuat Markam menjadi kaya raya. Sebagai raja karet, uangnya pun tak berseri. Karena ini pula dia juga dikenal sebagai pengusaha yang gemar pesta di Jakarta. Bahkan, Sukarno pun mengenalnya sebagai pengusaha sukses yang kerap tampil di Istana Negara untuk dansa-dansi dan kegiatan filantropi.

Naas, kedekatannya dengan Sukarno menjadi batu sandungan bagi Markam. Setelah pergantian kekuasaan, Presiden Soeharto memenjarakan Markam tanpa bukti kuat karena tuduhan Sukarnois, terlibat korupsi dan pemberontakan G30S. Soeharto lantas memenjarakan Markam selama 9 tahun, dari 1966 sampai 1975.

Selama masa tahanan, harta Markam dirampas Soeharto. Mengutip buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1984), tercatat harta Markam seperti mobil, rumah, tanah, serta uang tunai Rp 20 milliar dan US$ 30 juta dirampas negara. Pada tahun 1966, uang tunai senilai tersebut sangat besar, harga bensin saja Rp 0,3.

Dalam Teuku Markam: Kisah Muram Seorang Filantropis Bangsa (2011), PT Karkam juga diambilalih negara dan diganti menjadi BUMN bernama PT Berdikari. BUMN itu berisi orang-orang baru dan sama sekali “membuang” nama Markam. Sejak itulah Markam hidup dalam kesengsaraan.

Meski di masa Orde Baru masih menjalankan bisnis, tetap saja dia tidak bisa sesukses di masa Orde Lama. Namanya pun masih dianggap sebagai ‘pengkhianat’ dan tidak direhabilitasi.

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Sosok Konglomerat Lari dari RI, Sekarang Malah Terkenal di Singapura




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sah! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sah! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

May 30, 2026
Menteri RI Divonis Mati Gara-Gara Korupsi, Semua Harta Disita

Menteri RI Divonis Mati Gara-Gara Korupsi, Semua Harta Disita

May 30, 2026
Orang Terkaya RI Jadi Sopir Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

Orang Terkaya RI Jadi Sopir Angkut Beras, Warga Kaget Sampai Pingsan

May 30, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .