• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

December 2, 2025
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, October 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

11 months ago
in News
Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025).

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup terapresiasi ke posisi Rp16.615/US$ atau mengalami penguatan sebesar 0,21%. Rupiah sudah penguatan sejak pembukaan perdagangan di pagi hari, dimana rupiah dibuka menguat 0,15% di level Rp16.625/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang level Rp16.610 – Rp16.645/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama global pada pukul 15.00 WIB tengah bergerak stabil di level 99,410.


Menurut ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto, penguatan rupiah disebabkan oleh derasnya arus masuk ke instrumen pasar keuangan domestik.
Gunarto menilai ada potensi masuknya dana asing melalui pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pasar surat utang negara yang terlihat dari penurunan yield dan penguatan harga obligasi pemerintah pada perdagangan sebelumnya.

“Kelihatannya ada flow dari pasar SRBI. Bisa juga ada flow dari pasar surat utang negara. Lalu yang kedua juga ada kemungkinan dari sisi flow surplus neraca dagang. Realisasinya masuk ke sini,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (2/12/2025).

Sebagai catatan, merujuk data Bank Indonesia (BI) periode 24-27 November 2025, investor asing tercatat membukukan aksi beli sebesar Rp10.27 triliun ke SRBI. Hal ini sekaligus mamatahkan tren outflow asing di SRBI dalam enam pekan beruntun.

Dari sisi eksternal, meningkatnya proyeksi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve) juga menjadi pengaruh. Berdasarkan CME FedWatch Tool, kini probabilitas akan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 87,2%. Hal ini membuat adanya tekanan pada dolar AS dan meningkatkan permintaan pada aset non dolar.

Myrdal memperkirakan rupiah berpeluang menguat lebih jauh menjelang akhir tahun berada pada level di bawah Rp 16.600 karena dari sisi fundamental dalam negeri bagus dan sisi global jika The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

–

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .