• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

December 2, 2025
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615

10 months ago
in News
Rupiah Menguat 0,21%, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.615
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025).

Melansir data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup terapresiasi ke posisi Rp16.615/US$ atau mengalami penguatan sebesar 0,21%. Rupiah sudah penguatan sejak pembukaan perdagangan di pagi hari, dimana rupiah dibuka menguat 0,15% di level Rp16.625/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang level Rp16.610 – Rp16.645/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama global pada pukul 15.00 WIB tengah bergerak stabil di level 99,410.


Menurut ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto, penguatan rupiah disebabkan oleh derasnya arus masuk ke instrumen pasar keuangan domestik.
Gunarto menilai ada potensi masuknya dana asing melalui pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pasar surat utang negara yang terlihat dari penurunan yield dan penguatan harga obligasi pemerintah pada perdagangan sebelumnya.

“Kelihatannya ada flow dari pasar SRBI. Bisa juga ada flow dari pasar surat utang negara. Lalu yang kedua juga ada kemungkinan dari sisi flow surplus neraca dagang. Realisasinya masuk ke sini,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (2/12/2025).

Sebagai catatan, merujuk data Bank Indonesia (BI) periode 24-27 November 2025, investor asing tercatat membukukan aksi beli sebesar Rp10.27 triliun ke SRBI. Hal ini sekaligus mamatahkan tren outflow asing di SRBI dalam enam pekan beruntun.

Dari sisi eksternal, meningkatnya proyeksi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve) juga menjadi pengaruh. Berdasarkan CME FedWatch Tool, kini probabilitas akan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 87,2%. Hal ini membuat adanya tekanan pada dolar AS dan meningkatkan permintaan pada aset non dolar.

Myrdal memperkirakan rupiah berpeluang menguat lebih jauh menjelang akhir tahun berada pada level di bawah Rp 16.600 karena dari sisi fundamental dalam negeri bagus dan sisi global jika The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

–

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .