• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Usai The Fed Pangkas FFR, Dolar AS Turun ke Rp16.630

Rupiah Menguat Usai The Fed Pangkas FFR, Dolar AS Turun ke Rp16.630

December 11, 2025
Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

August 25, 2026
Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

August 25, 2026
Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

August 25, 2026
XTB Indonesia Perluas Pilihan Produk Lewat CFD

XTB Indonesia Perluas Pilihan Produk Lewat CFD

August 25, 2026
Geger Penipuan Gunung Emas di Kalimantan, Mayat Pelaku Diduga Palsu

Geger Penipuan Gunung Emas di Kalimantan, Mayat Pelaku Diduga Palsu

August 25, 2026
Sikap Pengembang di DKI Mendadak Berubah Drastis karena MRT, Ada Apa?

Sikap Pengembang di DKI Mendadak Berubah Drastis karena MRT, Ada Apa?

August 25, 2026
Madura Siap-Siap Berubah Total karena Ada Mega Proyek, China Mau Masuk

Madura Siap-Siap Berubah Total karena Ada Mega Proyek, China Mau Masuk

August 25, 2026
Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur

Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur

August 25, 2026
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Menguat Usai The Fed Pangkas FFR, Dolar AS Turun ke Rp16.630

9 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Menguat Usai The Fed Pangkas FFR, Dolar AS Turun ke Rp16.630
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (11/12/2025), seiring pelemahan dolar di pasar global setelah bank sentral AS (The Fed) memangkas suku bunga acuannya (federal fund rate/FFR).

Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka menguat sebesar 0,30% ke posisi Rp16.630/US$. Setelah pada penutupan perdagangan Rabu (10/12/2025), rupiah ditutup melemah 0,12% di level Rp16.680/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat pada pukul 09.00 WIB tengah mengalami tekanan sebesar 0,22% ke level 98,571.


Penguatan rupiah tak lepas dari melemahnya dolar AS di pasar global setelah The Fed memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya sepanjang 2025 sebesar 25 basis poin (bps), sehingga berada di kisaran 3,50%-3,75%.

Kebijakan ini mendorong keluarnya dana dari aset berdenominasi dolar dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Pemangkasan dilakukan di tengah munculnya semakin banyak sinyal pelemahan ekonomi AS, terutama dari pasar tenaga kerja mulai dari pertumbuhan lapangan kerja yang melambat hingga tingkat pengangguran yang meningkat.

Meski begitu, The Fed hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026 atau konsisten dengan pandangan pada September lalu. Pasar menilai bank sentral dapat menahan sementara siklus pelonggaran pada pertemuan Januari sambil menunggu data ekonomi terbaru.

Dinamika juga terlihat dari perbedaan pandangan di internal Federal Open Market Committee (FOMC). Hasil voting 9-3 menunjukkan sebagian anggota mendukung pemangkasan untuk menahan pelemahan pasar tenaga kerja, sementara yang lain menilai pelonggaran terlalu agresif dan berpotensi mempertahankan inflasi.

Setelah keputusan tersebut, probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Januari 2026 naik menjadi 78%, dari sebelumnya 70%. Namun ekspektasi pelonggaran tambahan tetap terbuka apabila data ketenagakerjaan kembali melemah.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi rupiah. Pelemahan dolar AS meningkatkan selera risiko global dan memberi ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

Laba BUMN Naik Ratusan Persen, Prabowo Mau Beri Rosan Tanda Kehormatan

August 25, 2026
Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

Unggul di Pembayaran Digital, BRI Borong Penghargaan di PRIMA Awards

August 25, 2026
Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

Ungkap Efek Kartu Kredit Indonesia ke Bisnis Sistem Pembayaran

August 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .