• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

January 2, 2026
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

10 months ago
in Market
Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pertama tahun ini, Jumat (1/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah berada di level Rp16.680/US$ pada pembukaan perdagangan pagi ini, atau terdepresiasi 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.670/US$, ketika rupiah sempat menguat tajam 0,51%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tengah berada di level 98,166 atau mengalami koreksi 0,16%, setelah mengalami penguatan beruntun dalam empat hari perdagangan terakhir.


Pergerakan rupiah pada awal tahun 2026 diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada perdagangan pagi ini berpotensi menjadi angin segar bagi rupiah, setidaknya dalam jangka pendek sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Indeks dolar AS (DXY), yang sepanjang 2025 telah membukukan pelemahan sekitar 9% yang sekaligus menjadi penurunan tahunan terdalam dalam delapan tahun terakhir, kembali dibuka melemah pada awal perdagangan 2026.

Pelemahan dolar tersebut tidak terlepas dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve, ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting AS pada pekan depan, termasuk laporan payroll dan klaim pengangguran, yang akan memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga AS tahun ini.

Saat ini, pelaku pasar menakar potensi dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, lebih besar dibanding proyeksi The Fed yang masih terbelah. Sejumlah analis menilai kekhawatiran terkait independensi bank sentral akan terus membayangi pasar pada awal tahun ini, sekaligus menjadi faktor yang membuat bias kebijakan moneter AS cenderung mengarah ke pelonggaran.

Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah turut mendapat dukungan dari data aktivitas manufaktur Indonesia yang masih berada di zona ekspansi. PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global pada Desember 2025 tercatat di level 51,2, memang melandai dari 53,3 pada November, namun tetap menunjukkan fase ekspansi selama lima bulan beruntun.

Sebagaimana diketahui, PMI berada di atas level 50 menandakan aktivitas usaha berada dalam fase ekspansi. Laporan S&P Global mencatat bahwa ekspansi sektor manufaktur pada Desember masih ditopang oleh kenaikan pesanan baru yang berkelanjutan, sementara output juga tetap tumbuh meski pada laju yang lebih moderat dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas industri domestik masih terjaga, sekaligus memberi sinyal ketahanan permintaan di sektor riil. Bagi pelaku pasar, keberlanjutan ekspansi manufaktur dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan keyakinan investor asing terhadap prospek perekonomian Indonesia pada awal tahun 2026, sehingga menjadi salah satu penopang tambahan bagi sentimen rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

700 BUMN Ditutup Tahun Ini, Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun

October 24, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .