• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

January 2, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680

9 months ago
in Market
Awal Tahun Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Jadi Rp16.680
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pertama tahun ini, Jumat (1/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah berada di level Rp16.680/US$ pada pembukaan perdagangan pagi ini, atau terdepresiasi 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.670/US$, ketika rupiah sempat menguat tajam 0,51%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tengah berada di level 98,166 atau mengalami koreksi 0,16%, setelah mengalami penguatan beruntun dalam empat hari perdagangan terakhir.


Pergerakan rupiah pada awal tahun 2026 diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada perdagangan pagi ini berpotensi menjadi angin segar bagi rupiah, setidaknya dalam jangka pendek sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Indeks dolar AS (DXY), yang sepanjang 2025 telah membukukan pelemahan sekitar 9% yang sekaligus menjadi penurunan tahunan terdalam dalam delapan tahun terakhir, kembali dibuka melemah pada awal perdagangan 2026.

Pelemahan dolar tersebut tidak terlepas dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve, ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting AS pada pekan depan, termasuk laporan payroll dan klaim pengangguran, yang akan memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga AS tahun ini.

Saat ini, pelaku pasar menakar potensi dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, lebih besar dibanding proyeksi The Fed yang masih terbelah. Sejumlah analis menilai kekhawatiran terkait independensi bank sentral akan terus membayangi pasar pada awal tahun ini, sekaligus menjadi faktor yang membuat bias kebijakan moneter AS cenderung mengarah ke pelonggaran.

Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah turut mendapat dukungan dari data aktivitas manufaktur Indonesia yang masih berada di zona ekspansi. PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global pada Desember 2025 tercatat di level 51,2, memang melandai dari 53,3 pada November, namun tetap menunjukkan fase ekspansi selama lima bulan beruntun.

Sebagaimana diketahui, PMI berada di atas level 50 menandakan aktivitas usaha berada dalam fase ekspansi. Laporan S&P Global mencatat bahwa ekspansi sektor manufaktur pada Desember masih ditopang oleh kenaikan pesanan baru yang berkelanjutan, sementara output juga tetap tumbuh meski pada laju yang lebih moderat dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas industri domestik masih terjaga, sekaligus memberi sinyal ketahanan permintaan di sektor riil. Bagi pelaku pasar, keberlanjutan ekspansi manufaktur dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan keyakinan investor asing terhadap prospek perekonomian Indonesia pada awal tahun 2026, sehingga menjadi salah satu penopang tambahan bagi sentimen rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .