• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Tak Berdaya Lawan Ringgit Selama 2025, Begini Penjelasannya!

Rupiah Tak Berdaya Lawan Ringgit Selama 2025, Begini Penjelasannya!

January 12, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Tak Berdaya Lawan Ringgit Selama 2025, Begini Penjelasannya!

9 months ago
in Market
Rupiah Tak Berdaya Lawan Ringgit Selama 2025, Begini Penjelasannya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah sepanjang tahun lalu mencatatkan kinerja terburuk di ASEAN. Mata uang garuda tertekan dibanding nilai mata uang negara-negara tetangga, mulai dari ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, kip Laos, riel Kamboja, kyat Myanmar, peso Filipina, dan dong Vietnam.

Melansir data Refinitiv, sejak awal tahun hingga data terakhir menjelang penutupan 2025, tepatnya Selasa (30/12/2025) pukul 10.30 WIB, rupiah terdepresiasi 15,21% terhadap ringgit, 14,02% terhadap baht, 10,74% terhadap dolar Singapura, 5,25% terhadap kip, 4,29% terhadap kyat, 2,96% terhadap peso, dan 1,2% terhadap dong.

Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, kondisi itu tak terlepas dari kemampuan Indonesia dalam menarik investasi asing yang jauh lebih rendah ketimbang negara-negara tetangga, seperti Malaysia yang banyak meraup pasokan dolar dari investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) dari perusahaan teknologi besar.

“Itu kan beberapa tahun terkahir tekno, seperti Oracle, Meta, Alphabet semua masuk ke sana bikin data center, yang dari Silicon Valley maupun Eropa, semi conductor itu, makanya investasi di FDI mereka kencang, sehingga mata uang ringgit nya 5 tahun terakhir besar,” kata David saat ditemui di Menara BCA jelang akhir pekan lalu, dikutip Senin (12/1/2026).

Bila merujuk data penanaman modal asing (PMA) atau FDI Indonesia, hingga kuartal III-2025 memang anjlok dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasinya sepanjang sembilan bulan pada 2025 hanya Rp 644,6 triliun, turun 1,49% dibanding Rp 654,40 triliun periode yang sama pada 2024.

Sementara itu, Malaysia justru menikmati kenaikan nilai investasi asing hingga 41,33% dalam sembilan bulan pada 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilainya pada Januari-September 2025 sebesar RM 150,8 miliar, sedangkan pada Januari-September 2024 hanya RM 106,7 miliar.

Kondisi ini yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap ringgit terus merosot. Sejak awal dibukanya perdagangan valuta asing pada awal 2025, kurs rupiah terhadap ringgit Malaysia (MYR) masih berada di level Rp 3.591/MYR.

Namun seiring berjalannya waktu, rupiah justru terus tertekan dari mata uang Negeri Jiran hingga data terakhir kurs rupiah berada di posisi Rp 4.138/MYR atau secara kumulatif (year-to-date/ytd) rupiah melemah 15,21%.

Hal ini menjadikan ringgit sebagai mata uang yang mana rupiah kalah paling dalam di antara mata uang ASEAN lainnya.

Head of Banking Research and Analytics BCA Victor George Petrus Matindas menambahkan, rendahnya kecenderungan investor global untuk masuk ke Indonesia juga tak terlepas dari berbagai faktor risiko yang mereka anggap sangat tinggi di Indonesia, seperti tekanan fiskal yang ditandai dengan pelebaran defisit APBN.

“Ini related juga dengan mereka lihat risiko fiskal seperti apa. Bunga SBN dan rupiah kita agak ter punished dari sisi situ,” tuturnya.

(arj/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .