• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
2 Tambang Raksasa Dunia Mau Merger, Nilainya Capai Rp 4.375 T

2 Tambang Raksasa Dunia Mau Merger, Nilainya Capai Rp 4.375 T

January 12, 2026
Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

May 25, 2026
IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

May 25, 2026
Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

May 25, 2026
Dongkrak Kinerja, Begini Strategi AHI (ACES) Hadapi Tantangan Global

Dongkrak Kinerja, Begini Strategi AHI (ACES) Hadapi Tantangan Global

May 25, 2026
Rupiah Lemah Bisa Bikin Ekspor Kuat, Ekonom: Itu Keliru!

Rupiah Lemah Bisa Bikin Ekspor Kuat, Ekonom: Itu Keliru!

May 25, 2026
Sasar Pasar Premium, Sarang Burung Walet RI Tahan Guncangan

Sasar Pasar Premium, Sarang Burung Walet RI Tahan Guncangan

May 25, 2026
Andry Hakim Jadi Standby Buyer Rights Issue CBRE

Andry Hakim Jadi Standby Buyer Rights Issue CBRE

May 25, 2026
Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD

Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD

May 25, 2026
Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

May 25, 2026
Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

May 25, 2026
Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

May 25, 2026
Transaksi Jumbo! BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,9 T dari SMBC

Transaksi Jumbo! BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,9 T dari SMBC

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

2 Tambang Raksasa Dunia Mau Merger, Nilainya Capai Rp 4.375 T

4 months ago
in Market
2 Tambang Raksasa Dunia Mau Merger, Nilainya Capai Rp 4.375 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dua Raksasa tambang global Glencore dan Rio Tinto kembali membuka pembicaraan mengenai potensi merger besar yang berpeluang melahirkan perusahaan tambang terbesar di dunia. Bila sukses, nilai perusahaannya akan menjadi US$260 miliar atau sekitar Rp4.375,54 triliun.

Melansir Financial Times, wacana ini mencuat hampir setahun setelah negosiasi sebelumnya gagal. Kedua perusahaan mengonfirmasi mereka masih berada dalam tahap “diskusi awal” tanpa kepastian transaksi akan tercapai.

Jika terealisasi, kesepakatan ini akan membentuk entitas tambang dengan nilai perusahaan lebih dari US$260 miliar, di tengah persaingan ketat untuk mengamankan pasokan tembaga global. Perlombaan menguasai aset tembaga dinilai semakin membentuk ulang lanskap industri pertambangan dunia.

Dalam pernyataan terpisah pada Kamis waktu setempat, Glencore dan Rio Tinto menyebut pembahasan mencakup kemungkinan penggabungan sebagian atau seluruh bisnis, termasuk opsi merger berbasis pertukaran saham. Pernyataan itu dirilis tak lama setelah Financial Times mengungkap adanya pembicaraan tersebut.

Rio Tinto, yang memiliki nilai perusahaan sekitar US$162 miliar dan lebih besar dibanding Glencore, berpotensi menjadi pihak pengakuisisi dalam skema yang tengah dibahas. Namun, kedua perusahaan menegaskan belum ada kepastian struktur maupun hasil akhir dari negosiasi tersebut.

Respons pasar terlihat cepat, dengan saham Glencore di London melonjak 8,8% pada perdagangan Jumat pagi setelah kabar dikonfirmasi. Sebaliknya, saham Rio Tinto turun 2,4% di London dan anjlok 6,3% pada perdagangan sahamnya di Bursa Australia.

Tekanan untuk memperbesar skala usaha meningkat setelah penggabungan Anglo American dan Teck Resources dari Kanada, yang dilakukan tanpa premi. Kondisi ini mendorong pemain besar seperti BHP dan Rio Tinto untuk memperkuat portofolio demi mengamankan sumber daya tembaga.

Harga tembaga pekan ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$13.300 per ton, mencerminkan ketatnya pasokan global. Analis memperingatkan defisit tembaga dapat mencapai 10 juta ton pada 2040 jika investasi dan produksi tidak dipercepat.

Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut penggabungan penuh antara Rio Tinto dan Glencore menjadi salah satu opsi yang dibahas, meski detailnya belum jelas. Negosiasi ini disebut kembali dimulai pada akhir tahun lalu.

Belum jelas apakah bisnis perdagangan komoditas Glencore yang sangat besar akan disertakan dalam merger tersebut. Faktor ini dinilai krusial karena perdagangan merupakan salah satu pilar utama model bisnis Glencore.

Glencore yang berbasis di Swiss belakangan memposisikan diri sebagai perusahaan pertumbuhan tembaga, dengan CEO Gary Nagle menyatakan ambisi menjadi produsen tembaga terbesar di dunia. Saat ini, Glencore merupakan produsen tembaga terbesar keenam dunia dan produsen batu bara tercatat terbesar.

Rencana ekspansi Glencore, termasuk pengembangan tambang tembaga El Pachón di Argentina, ditargetkan mendorong produksi menjadi 1,6 juta ton per tahun pada 2035. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari tingkat produksi saat ini.

Kedua perusahaan sebelumnya telah menjajaki merger pada akhir 2024, namun pembicaraan terhenti akibat perbedaan valuasi, isu kepemimpinan, serta masa depan aset batu bara Glencore. Sejak itu, dinamika internal di kedua perusahaan mengalami perubahan signifikan.

Rio Tinto menunjuk CEO baru, Simon Trott, yang mulai menjabat pada Agustus dan fokus pada efisiensi serta peninjauan aset. Sejumlah aset, termasuk tambang boron besar di California, kini berada dalam kajian strategis.

Di sisi lain, Glencore telah merestrukturisasi bisnis batu baranya menjadi entitas terpisah berbasis di Australia, yang dikonfirmasi pada Mei. Analis menilai struktur baru ini memudahkan opsi pemisahan bisnis batu bara menjadi perusahaan tersendiri.

Rio Tinto sendiri telah meninggalkan bisnis batu bara sejak menjual tambang terakhirnya pada 2018. Karena itu, analis menilai perusahaan ini kemungkinan enggan kembali terlibat dalam aset batu bara.

Dalam enam bulan terakhir, saham Glencore melonjak 35% didorong kenaikan harga komoditas dan strategi tembaganya. Sementara itu, saham Rio Tinto mencatat kenaikan 41% dalam periode yang sama.

Gary Nagle sebelumnya menyatakan industri tambang kekurangan skala dan relevansi akibat ukuran perusahaan yang ada saat ini. Menurutnya, pembentukan perusahaan yang lebih besar penting untuk menciptakan sinergi, meningkatkan daya tarik talenta, dan menarik modal.

Berdasarkan aturan pengambilalihan di Inggris, Rio Tinto memiliki waktu hingga 5 Februari untuk mengajukan tawaran resmi kepada Glencore atau menyatakan tidak berniat melakukannya. Tenggat waktu ini menjadi penentu arah kelanjutan negosiasi merger raksasa tersebut.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

Transaksi Tanpa Dolar Lewat LCT Meroket 309% di April 2026

May 25, 2026
IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

May 25, 2026
Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Jasa Keuangan Dituntut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

May 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .