• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

May 25, 2026
Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

May 25, 2026
Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

May 25, 2026
Transaksi Jumbo! BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,9 T dari SMBC

Transaksi Jumbo! BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,9 T dari SMBC

May 25, 2026
Sentimen Domestik Dorong Aksi Jual,IHSG & Rupiah Lanjut Melemah

Sentimen Domestik Dorong Aksi Jual,IHSG & Rupiah Lanjut Melemah

May 25, 2026
Janji Bereskan Pinjol, Uang Malah Hilang

Janji Bereskan Pinjol, Uang Malah Hilang

May 25, 2026
Beli Tanah di Bogor, Orang Jakarta Kaya 3 Turunan

Beli Tanah di Bogor, Orang Jakarta Kaya 3 Turunan

May 25, 2026
Dolar Rp 17.600, Misbakhun Ungkap Tak Ada Bank Gagal Bayar

Dolar Rp 17.600, Misbakhun Ungkap Tak Ada Bank Gagal Bayar

May 25, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.690

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.690

May 25, 2026
Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1%

Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1%

May 25, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA

Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS hingga DEWA

May 25, 2026
Bos GOTO Temui Seskab Teddy, Ada Apa?

Bos GOTO Temui Seskab Teddy, Ada Apa?

May 25, 2026
Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

May 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

8 minutes ago
in News
Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah dalam tren penurunan yang berkepanjangan hingga memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik.

Pelemahan struktural yang terjadi beberapa bulan ini membawa mata uang Garuda berada di posisi rentan di tengah lonjakan volatilitas global. Kondisi tersebut memicu perdebatan mengenai relevansi target optimistis otoritas moneter yang sempat memproyeksikan rupiah mampu kembali menguat ke kisaran Rp16.200 per dolar AS yang saat ini berada di rentan Rp17.700/US$.

Chief Economist PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede, menilai bahwa secara teoritis ruang bagi rupiah untuk kembali menguat ke bawah level psikologis Rp17.000/US$ sebenarnya masih terbuka.

Berdasarkan pendekatan teori nilai tukar riil efektif, posisi wajar mata uang Indonesia dalam kondisi normal memang berada jauh di bawah level saat ini, sehingga estimasi penguatan untuk periode Juni hingga Agustus masih memiliki landasan matematis. Namun, Josua mengingatkan bahwa pergerakan mata uang tidak pernah steril dari dinamika geopolitik.

“Kalau kita melihat teori real effective exchange rate-nya (REER) rupiah, dalam kondisi normal itu mestinya kita berada di bawah Rp17.000, sehingga hitungan teoritis bahwa Juni atau Agustus rupiah bisa menguat ke Rp16.200 itu sebenarnya masih masuk akal, tetapi rupiah saat ini tidak bekerja di ruang hampa,” ujar Josua dalam forum diskusi bersama media.




Grafik Real Effective Exchange Rate USDIDR (dok. Economic Research Bank Permata dan BloombergGrafik Real Effective Exchange Rate USDIDR (dok. Economic Research Bank Permata dan Bloomberg

Beliau menekankan bahwa kalkulasi di atas kertas harus berhadapan dengan pasar yang sedang wait-and-see mengantisipasi asesmen lembaga rating global seperti S&P dan MSCI.

Hambatan terbesar yang membuat rupiah cenderung rapuh dalam jangka menengah berakar pada penurunan kinerja fundamental Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Pembengkakan defisit transaksi berjalan yang dipicu penurunan nilai ekspor serta tingginya beban impor minyak mentah akibat konflik global menjadi faktor penekan utama. Kondisi ini membuat surplus pada pos finansial tidak lagi mampu menutupi celah defisit struktural, sehingga keseluruhan NPI diperkirakan masih mencatatkan hasil negatif sisa tahun ini.

Dampak dari depresiasi nilai tukar yang terus berlanjut ini pun mulai merembes ke sektor riil melalui transmisi imported inflation yang mengancam pertumbuhan ekonomi. Tekanan kenaikan harga barang secara perlahan mulai mengikis daya beli masyarakat, dengan dampak paling signifikan dirasakan oleh kelompok kelas menengah yang tidak mendapatkan jaring pengaman sosial.

Kelompok ini terpaksa menunda rencana konsumsi jangka panjang mereka karena pertumbuhan pendapatan riil yang tidak memadai akibat kurangnya investasi padat karya.

Menghadapi situasi pelik ini, respons Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan dinilai sebagai langkah moneter yang sangat krusial demi menjaga ekspektasi pasar. Meski demikian, Josua menegaskan bahwa kebijakan moneter pro-stabilitas tersebut tidak akan pernah cukup jika harus berdiri sendirian tanpa adanya topangan dari sinergi kebijakan fiskal.

Seluruh kementerian harus memiliki visi yang sama dalam mendorong reformasi struktural agar komoditas ekspor Indonesia memiliki nilai tambah lebih dan tidak rentan terhadap siklus global.

Melihat seluruh kompleksitas risiko eksternal dan tantangan domestik yang ada, target penguatan rupiah secara drastis ke level Rp16.000-an per dolar AS dalam waktu dekat menjadi sangat berat. Pergerakan nilai tukar hingga akhir tahun diproyeksikan akan lebih realistis bergerak di kisaran Rp17.000an hingga Rp17.500/US$, asalkan tidak ada aksi spekulasi valas. Otoritas kini diharapkan terus memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transactions) guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

(gls/gls)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya

May 25, 2026
Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

Jangan Tergiur! Aplikasi Penghasil Uang Ini Diduga Investasi Bodong

May 25, 2026
Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

Harga Minyak Ambruk! Pasar Yakin AS-Iran Segera Damai

May 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .