• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

January 14, 2026
Sambut Long Weekend, IHSG & Rupiah Masih Dalam Tekanan

Sambut Long Weekend, IHSG & Rupiah Masih Dalam Tekanan

May 26, 2026
Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp18,1 T per April 2026, Naik 19% YoY

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp18,1 T per April 2026, Naik 19% YoY

May 26, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Jelang Libur Idul Adha

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Jelang Libur Idul Adha

May 26, 2026
Harga Saham Bergerak Gak Wajar, BEI Awasi Ketat 3 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Gak Wajar, BEI Awasi Ketat 3 Emiten Ini

May 26, 2026
Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US

Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$98

May 26, 2026
HBAT Mau Dicaplok Harita Group, Bos Buka Suara

HBAT Mau Dicaplok Harita Group, Bos Buka Suara

May 26, 2026
PGN (PGAS) Sepakat Tebar Dividen Rp 125,6 per Saham

PGN (PGAS) Sepakat Tebar Dividen Rp 125,6 per Saham

May 26, 2026
Astra Ubah Strategi, Fokus ke Bisnis Penyumbang Laba Jumbo

Astra Ubah Strategi, Fokus ke Bisnis Penyumbang Laba Jumbo

May 26, 2026
BP BUMN Mau Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

BP BUMN Mau Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

May 26, 2026
IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

IHSG Dibuka Merah Jelang Libur Panjang, Pasar Wait and See

May 26, 2026
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Rp17.730 Pagi Ini

May 26, 2026
Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Pemerintah Godok KPR 40 Tahun, Bos BRI Bilang Gini

May 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, May 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

4 months ago
in News
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (14/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.850/US$ atau terapresiasi 0,06%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah mengalami tekanan dengan pelemahan 0,21% hingga menembus level Rp16.680/US$, yang menjadi posisi terlemah dalam sekitar delapan bulan terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB masih berada di zona penguatan dengan naik 0,11% ke level 99,236. Kenaikan DXY tersebut melanjutkan penguatan pada perdagangan kemarin, ketika indeks dolar mencatatkan kenaikan 0,28%.


Penguatan dolar AS di pasar global masih menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penekan bagi pergerakan rupiah pada pagi hari ini. Kenaikan indeks dolar mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset berdenominasi dolar, seiring aksi jual pada mata uang non-dolar.

Kondisi tersebut kerap membebani mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena arus dana cenderung kembali mengalir ke Amerika Serikat.

Dolar AS mendapat sentimen positif setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang relatif sejalan dengan ekspektasi pasar.

Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari ini, meskipun terdapat tekanan politik dari Gedung Putih untuk segera menurunkan suku bunga.

Pada Desember, CPI AS tercatat naik 0,3% secara bulanan, didorong oleh kenaikan harga sewa dan pangan. Data ini semakin mengukuhkan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan bersikap wait and see, dengan kontrak Fed funds futures saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 95,6% bahwa suku bunga akan ditahan pada pertemuan FOMC 27-28 Januari mendatang.

Dari dalam negeri, ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah saat ini turut dipicu oleh arus keluar dana asing atau hot money flow, khususnya dari pasar surat utang negara (SUN).

“Kelihatannya investor asing banyak yang keluar dulu ambil untung,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, kondisi geopolitik global yang kurang kondusif menjadi faktor utama yang mendorong investor bersikap lebih defensif. Ketegangan di berbagai kawasan, mulai dari konflik Amerika Serikat-Venezuela, Rusia-Ukraina, hingga meningkatnya tensi China-Taiwan, membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset aman (safe haven).

“Ini kan banyak, belum lagi dari Iran, dan kita lihat juga mata uang Asia yang lain juga melemah terhadap dolar, jadi tidak hanya rupiah,” ujarnya.

Meski demikian, Myrdal menilai tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Ia menegaskan Bank Indonesia masih memiliki amunisi kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sambut Long Weekend, IHSG & Rupiah Masih Dalam Tekanan

Sambut Long Weekend, IHSG & Rupiah Masih Dalam Tekanan

May 26, 2026
Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp18,1 T per April 2026, Naik 19% YoY

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp18,1 T per April 2026, Naik 19% YoY

May 26, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Jelang Libur Idul Adha

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Jelang Libur Idul Adha

May 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .