• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

January 14, 2026
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850

4 months ago
in News
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.850
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (14/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.850/US$ atau terapresiasi 0,06%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah mengalami tekanan dengan pelemahan 0,21% hingga menembus level Rp16.680/US$, yang menjadi posisi terlemah dalam sekitar delapan bulan terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB masih berada di zona penguatan dengan naik 0,11% ke level 99,236. Kenaikan DXY tersebut melanjutkan penguatan pada perdagangan kemarin, ketika indeks dolar mencatatkan kenaikan 0,28%.


Penguatan dolar AS di pasar global masih menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penekan bagi pergerakan rupiah pada pagi hari ini. Kenaikan indeks dolar mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset berdenominasi dolar, seiring aksi jual pada mata uang non-dolar.

Kondisi tersebut kerap membebani mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena arus dana cenderung kembali mengalir ke Amerika Serikat.

Dolar AS mendapat sentimen positif setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang relatif sejalan dengan ekspektasi pasar.

Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari ini, meskipun terdapat tekanan politik dari Gedung Putih untuk segera menurunkan suku bunga.

Pada Desember, CPI AS tercatat naik 0,3% secara bulanan, didorong oleh kenaikan harga sewa dan pangan. Data ini semakin mengukuhkan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan bersikap wait and see, dengan kontrak Fed funds futures saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 95,6% bahwa suku bunga akan ditahan pada pertemuan FOMC 27-28 Januari mendatang.

Dari dalam negeri, ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah saat ini turut dipicu oleh arus keluar dana asing atau hot money flow, khususnya dari pasar surat utang negara (SUN).

“Kelihatannya investor asing banyak yang keluar dulu ambil untung,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, kondisi geopolitik global yang kurang kondusif menjadi faktor utama yang mendorong investor bersikap lebih defensif. Ketegangan di berbagai kawasan, mulai dari konflik Amerika Serikat-Venezuela, Rusia-Ukraina, hingga meningkatnya tensi China-Taiwan, membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset aman (safe haven).

“Ini kan banyak, belum lagi dari Iran, dan kita lihat juga mata uang Asia yang lain juga melemah terhadap dolar, jadi tidak hanya rupiah,” ujarnya.

Meski demikian, Myrdal menilai tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Ia menegaskan Bank Indonesia masih memiliki amunisi kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .