• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman?

Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman?

April 10, 2026
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

July 7, 2026
KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

July 7, 2026
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman?

3 months ago
in ENTREPRENEUR
Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan pagi ini, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 09.47 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 0,18% ke level Rp17.110/US$. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.115/US$, yang menjadi level terlemah baru sepanjang masa secara Intraday.

Lalu, apa dampak dari pelemahan rupiah tersebut terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)?

Global Markets Economist at Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah ke level Rp 17.100 belum memberikan tekanan signifikan terhadap defisit APBN. Menurutnya, tambahan defisit akibat pelemahan rupiah masih relatif terbatas.

“Kalau hanya dari nilai tukar rupiah saja ya karena kita hitung sih masih kurang dari Rp5 triliun ya sekitar Rp4,2 triliunan terkait dengan defisit yang ditimbulkan karena pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (10/4/2026).

Lebih lanjut, Myrdal mengingatkan dampak lanjutan yang lebih luas justru perlu diwaspadai. Pelemahan rupiah berpotensi memperbesar beban impor, terutama untuk komoditas energi seperti minyak. Jika harga minyak dunia bertahan tinggi, di atas US$ 70 per barel, maka tekanan terhadap fiskal bisa meningkat.

“Ini kalau dampak implikasinya ke yang lainnya ini bisa lebih luas nih seperti harga minyak ya, karena kan harga minyak kita beli dari luar, impor ya dan itu kan sensitif harga ya, karena kalau misalkan harga minyaknya lebih dari US$ 70 per barel bisa jadi ya ini bisa menambah fiskal juga begitu,” ujarnya.

Dirinya pun menyoroti faktor musiman yang membuat rupiah cenderung melemah pada periode April hingga Juli. Permintaan dolar AS meningkat untuk kebutuhan pembayaran dividen serta jatuh tempo utang luar negeri.

Kondisi ini diperparah jika harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi menekan neraca perdagangan dari surplus menjadi defisit.

Tak hanya itu, pelemahan rupiah juga bisa berdampak pada pembiayaan bunga utang. Kendati demikian, risiko ini dinilai masih bisa dimitigasi melalui strategi lindung nilai yang dilakukan pemerintah dan swasta.

“Bunga utang seharusnya ada dimitigasi dengan cara pemerintah ataupun juga swasta melakukan kebijakan hedging nilai tukar ya harusnya ini aman. Dari sisi nilai tukar rupiah misalkan perangnya berakhir ya saya rasa sih masih di bawah Rp17.000/US$ ya kalau perang berakhir bulan ini dan Selat Hormuz dibuka. Tapi kalau misalkan perangnya terus-menerus saya rasa sih rupiah bisa ke level sekitar Rp17.248/US$,” ujarnya.

Di sisi lain, analis mata uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai posisi rupiah saat ini justru menunjukkan APBN berada dalam kondisi tidak aman.

Pasalnya, asumsi dasar nilai tukar dalam APBN 2026 dipatok di level Rp 16.500/US$. Dengan kurs yang sudah menembus Rp 17.100, menurutnya pemerintah perlu mempertimbangkan revisi.

“Perlu ada revisi APBN untuk merubah Rp itu dipatok. Berarti bisa saja Rp17.000 atau Rp 17.400 atau Rp17.500/US$. Itu kemungkinan besar ketahanan APBN akan aman,” ujar Ibrahim kepada CNBC Indonesia dikutip Jumat (10/4/2026).

Dirinya menambahkan, pelemahan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Rencana kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Iran dan Israel menurutnya menjadi sentimen kunci dalam waktu dekat.

“Hari ini ada perjanjian akan ditandatangani di Pakistan antara Amerika dengan Iran dan Israel tentang gencatan senjata selama 2 minggu. Nah, apakah ini berhasil atau tidak tergantung dari ini. Kalau seandainya berhasil, ada penandatanganan selama 2 minggu, ya kemungkinan besar rupiah akan mengalami penguatan,” ujarnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing

July 7, 2026
Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

Laba 2025 Capai Rp 27 Miliar, Ini Penjelasan Bos Agrinas

July 7, 2026
Harga Minyak Menguat ke US,48, Pasokan Jadi Ancaman

Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .