• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

July 7, 2026
KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

July 7, 2026
Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

July 7, 2026
Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

July 7, 2026
IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

July 7, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA hingga IMPC

Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA hingga IMPC

July 7, 2026
Bursa Asia Mayoritas Dibuka Melemah Pagi Ini

Bursa Asia Mayoritas Dibuka Melemah Pagi Ini

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 266.000.000 saham baru atau setara dengan 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran yang ditetapkan sebesar Rp900 per saham. Sehingga, JELI akan mendapatkan dana segar sebesar Rp239,4 miliar. Tingginya minat investor terhadap IPO Perseroan tercermin dari kelebihan permintaan yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi sebanyak 630.491 pemesan.

Dalam debut perdananya, saham JELI langsung meroket 25% atau 225 poin ke level 1.125 per saham dari harga penawaran. Harga saham tersebut menyentuh level tertingginya atau ARA.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menyampaikan bahwa aksi korporasi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sekaligus menjadi awal fase pertumbuhan sebagai perusahaan terbuka.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Nantinya, dana hasil IPO ini akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan Perseroan dengan alokasi untuk empat tujuan utama.

Porsi terbesar sekitar 56,70% akan disertakan sebagai modal kepada PT NPS selaku perusahaan anak untuk belanja modal, guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly dalam mendukung permintaan domestik dan ekspor kategori yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi perseroan pasca-IPO.

Sekitar 10,04% akan digunakan untuk belanja modal, berupa pembelian mesin dan peralatan
produksi, mencakup peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik.

Sebesar 10,90% diarahkan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek. Sisanya sekitar 22,36% akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha.

INACO telah memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global.

Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan
efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta mengembangkan inovasi produk guna menangkap peluang pertumbuhan industri FMCG di pasar domestik maupun global.

“Dengan dukungan dana hasil IPO, Perseroan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan rencana pengembangan usaha sesuai strategi yang telah ditetapkan. Kami akan terus berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan operasional, dan pengembangan pasar guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan di masa mendatang,” tutupnya.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .