• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

May 5, 2026
Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

May 25, 2026
FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

May 24, 2026
Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

May 24, 2026
Nabung Rp95 Ribu Bisa Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Nabung Rp95 Ribu Bisa Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

May 24, 2026
Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

May 24, 2026
BNI Tekankan Pentingnya Integritas Dalam Manajemen Keuangan

BNI Tekankan Pentingnya Integritas Dalam Manajemen Keuangan

May 24, 2026
Investasi Pilihan MI Saat IHSG & Rupiah Kompak Melemah

Investasi Pilihan MI Saat IHSG & Rupiah Kompak Melemah

May 24, 2026
Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN, Digembleng 9 Bulan di PFLP

Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN, Digembleng 9 Bulan di PFLP

May 24, 2026
OJK Ungkap Rahasia Agar Hari Tua Sejahtera

OJK Ungkap Rahasia Agar Hari Tua Sejahtera

May 24, 2026
Cerita Rumah Orang Terkaya RI Dijarah Warga, Bisnis Runtuh

Cerita Rumah Orang Terkaya RI Dijarah Warga, Bisnis Runtuh

May 24, 2026
Cara Aman Beli Emas Antam Lewat BRANKAS

Cara Aman Beli Emas Antam Lewat BRANKAS

May 24, 2026
Benarkah Utang Pinjol Otomatis Hangus Setelah 90 Hari? Ini Faktanya

Benarkah Utang Pinjol Otomatis Hangus Setelah 90 Hari? Ini Faktanya

May 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

3 weeks ago
in ENTREPRENEUR
OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia (International Wealth and Premier Banking/”IWPB Indonesia”). Hal itu diumumkan dalam siaran persnya, Senin (4/5/2026).

Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans. Tanpa memperhitungkan one-off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan berdampak terhadap kinerja OCBC Indonesia setelah penyelesaian, yang diharapkan pada kuartal kedua 2027.

Total AUM yang akan dialihkan adalah Rp89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi reksa dana serta asuransi sebesar Rp58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp31,6 triliun. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, akan dialihkan pula portofolio small retail loans nasabah sebesar Rp3,6 triliun.

Nilai total transaksi ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual (willing-buyer, willing-seller), dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis IWPB Indonesia serta potensi sinergi yang dapat direalisasikan oleh OCBC Indonesia. Nilai Transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian.

Adapun IWPB Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 262 cabang yang dimilikinya. OCBC menyatakan nasabah IWPB Indonesia berpeluang memperluas bisnis wealth management. Setelah transaksi ini selesai, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25% serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Selain itu, transaksi ini juga akan menambah karyawan OCBC Indonesia sekitar 1.300 orang.

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia,” kata Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, OCBC Indonesia menyatakan akan bekerja sama secara erat dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan lancar setelah penyelesaian akuisisi.

Proses integrasi pasca merger memang menjadi hal penting. Sebab, risiko mismatch mengintai transaksi ini.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, HSBC Indonesia mencatatkan penurunan kerja bottom line dan top line. Hal ini menyebabkan risiko dilusi return on equity (ROE) terhadap OCBC Indonesia.

Selain itu, akuisisi tersebut akan menimbulkan beban dari proses peleburan bisnis ritel HSBC Indonesia dengan OCBC Indonesia. Belum lagi dengan perbedaan preferensi nasabah HSBC Indonesia yang berasal dari segmen affluent alias nasabah tajir.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman menilai akuisisi bisnis ritel OCBC atas unit konsumer HSBC Indonesia secara strategis cukup rasional. Terutama dalam konteks ekspansi anorganik di pasar dengan basis kelas menengah yang besar.

Namun, ia menyebut risiko utama justru terletak pada fase integrasi mulai dari biaya peleburan sistem, perbedaan budaya organisasi, hingga potensi customer attrition, mengingat nasabah HSBC umumnya berasal dari segmen premium dengan ekspektasi layanan yang tinggi.

Dari sisi kinerja, Rizal menyebut potensi dilusi ROE dalam jangka pendek menjadi perhatian, terutama jika profitabilitas unit yang diakuisisi sedang menurun. Selain itu, perbedaan profil nasabah antara HSBC dan OCBC NISP berisiko menciptakan “mismatch” dalam strategi bisnis jika tidak dikelola dengan tepat.

“Artinya, keberhasilan transaksi ini sangat bergantung pada kualitas eksekusi post-merger integration baik dalam menjaga loyalitas nasabah maupun meningkatkan efisiensi. Jika berhasil, ini bisa menjadi lompatan strategis; namun jika tidak, beban biaya dan tekanan profitabilitas akan menjadi konsekuensi yang tidak kecil,” kata Rizal.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

May 25, 2026
FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

May 24, 2026
Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

May 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .