• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bisnis Limbah TOBA Melonjak 5,5 Kali Lipat, Rugi Susut 83,8%

Bisnis Limbah TOBA Melonjak 5,5 Kali Lipat, Rugi Susut 83,8%

May 7, 2026
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

September 22, 2026
IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

September 22, 2026
Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

September 22, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Bisnis Limbah TOBA Melonjak 5,5 Kali Lipat, Rugi Susut 83,8%

5 months ago
in Market
Bisnis Limbah TOBA Melonjak 5,5 Kali Lipat, Rugi Susut 83,8%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten energi terbarukan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan pendapatan kuartal I/2026 sebesar US$86,3 juta, tumbuh 20,6% secara tahunan. Adapun, lini bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi, atau 93% dari total EBITDA disesuaikan.

Pendapatan dari segmen bisnis pengelolaan limbah juga melonjak 447,69% YoY atau 5,5 kali lipat dari US$9,4 juta dalam kuartal pertama 2025 menjadi US$51,9 juta selama triwulan pertama 2026. Dari sisi laba, tekanan masih terlihat meskipun ada perbaikan signifikan. Rugi bersih tercatat menyusut 83,8% secara tahunan menjadi US$9,6 juta, sementara EBITDA yang disesuaikan tetap berada di level US$12,6 juta.

“Komposisi ini menegaskan pergeseran struktur bisnis TOBA yang semakin mengarah pada sumber pendapatan yang berulang (recurring) dan berkarakter defensif. Hal ini memberikan stabilitas pendapatan dari sebelumnya yang sangat tergantung pada fluktuasi harga komoditas batubara,” ungkap Aditya Prayoga dari Phintraco Sekuritas, seperti dikutip dalam risetnya, Kamis (7/5/2026).

Mengacu pada paparan kinerja kuartal I 2026 TOBA, kontribusi anak usaha di segmen pengelolaan limbah di berbagai wilayah menjadi pendorong utama kinerja tersebut. Kontribusinya mencapai 59,9% dari total revenue.

Di Singapura, Cora Environment telah melayani lebih dari 470.000 pelanggan, dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional yang mencapai 100%. Sementara itu, Asia Medical Enviro Services (AMES) mempertahankan posisi strategis di pasar pengelolaan limbah medis Singapura, dengan pangsa pasar sekitar 45%, AMES menjadi salah satu pemain dominan di segmen yang memiliki barrier to entry tinggi dan standar regulasi ketat.

Di pasar domestik, ARAH Environmental Indonesia memperlihatkan ekspansi yang agresif dan telah melayani lebih dari 5.000 pelanggan di berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi.

Aditya menilai bahwa lonjakan kinerja segmen limbah menjadi katalis utama dalam memperbaiki profil risiko dan kualitas pendapatan TOBA. Menurutnya, kontribusi EBITDA yang semakin terpusat pada bisnis berbasis layanan dengan arus kas berulang memberikan stabilitas kinerja yang lebih tinggi serta mengurangi eksposur terhadap volatilitas harga komoditas.

“Ekspansi di sektor pengelolaan limbah juga sejalan dengan tren global menuju ekonomi sirkular dan praktik bisnis berkelanjutan. Hal ini berpotensi membuka peluang kemitraan strategis serta akses terhadap pendanaan hijau di masa mendatang.” tambah Aditya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Eksekusi ekspansi lintas wilayah, pengelolaan biaya operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang semakin ketat menjadi faktor yang perlu terus dimitigasi. Namun, dengan fondasi operasional yang semakin kuat, risiko tersebut dinilai Aditya dapat dikelola secara prudent.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .