Jakarta, CNBC Indonesia- Bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) lewat PLTS dan pembangkit tenaga hidro (PLTA) dan proyek waste to energi (WtE) atau Pembangkit listrik sampak (PLTSa) disebut Direktur Utama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ray Anthony Gerungan sebagai bisnis baru mendukung transisi energi mulai merambah bisnis non-batubara.
Belajar dari teknologi dan sistem China, satu proyek energi bersih yang tengah didorong adalah WtE dengan target operasional dalam 3 tahun. Dimana persoalan regulasi yang masih dimatangkan sehingga dukungan pemerintah sangat dibutuhkan pemerintah.
BIPI juga membuka peluang investasi disejumlah sektor EBT mulai dari pembangkit solar hingga Biomass meski masih menghadapi sejumlah tantangan.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ray Anthony Gerungan dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 07/05/2026)


















