• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

May 10, 2026
Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

May 10, 2026
B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

May 10, 2026
Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

May 10, 2026
BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

May 10, 2026
Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

May 10, 2026
Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

May 10, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

May 10, 2026
Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

May 10, 2026
Tabungan Ideal saat Umur 50 Tahun Menurut Pakar, Pensiun Bisa Tenang

Tabungan Ideal saat Umur 50 Tahun Menurut Pakar, Pensiun Bisa Tenang

May 10, 2026
Geger Harta Karun Rp720 Miliar Terkubur di Laut Jawa Ditemukan Nelayan

Geger Harta Karun Rp720 Miliar Terkubur di Laut Jawa Ditemukan Nelayan

May 9, 2026
Kakak Beradik Mendadak Masuk Geng Miliarder Dunia karena Bisnis Ini

Kakak Beradik Mendadak Masuk Geng Miliarder Dunia karena Bisnis Ini

May 9, 2026
Ini Ancaman OJK ke Pinjol yang Pakai Debt Collector Barbar Tagih Utang

Ini Ancaman OJK ke Pinjol yang Pakai Debt Collector Barbar Tagih Utang

May 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

4 hours ago
in News
Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Jakarta, CNBC Indonesia – Saat perekonomian global dipenuhi ketidakpastian, emas tetap menjadi primadona investasi. Bahkan hingga kini harga emas bahkan terus melesat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin tertarik mengoleksi emas sebagai aset jangka panjang. Keluarga Batak dari lintas generasi ini menjadi contoh bagaimana hasil kekayaan lebih diprioritaskan untuk investasi dibanding dihabiskan untuk konsumsi semata.

Selama ratusan tahun, total emas yang berhasil mereka kumpulkan mencapai sekitar 1 ton. Jika dikonversi ke nilai sekarang, jumlah itu setara Rp1,6 triliun.

Keluarga yang dimaksud adalah keturunan Sisingamangaraja yang dikenal berpengaruh pada periode 1530-1876.

Hobi Koleksi Emas

Keluarga Sisingamangaraja merupakan penguasa Negeri Toba di Tanah Batak. Orang nomor satunya disebut Raja Sisingamangaraja, yang dimulai oleh Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876). Alias sudah berjalan 12 generasi atau 346 tahun.

Selama berkuasa, Sisingamangaraja mempunyai hak absolut atas perdagangan kapur barus. Kala itu, Tanah Batak jadi pusat produksi kapur barus selain di Semenanjung Melayu dan Borneo. Dari sana, terjadi ekspor kapur barus yang diminati banyak orang. Bahkan, tanaman itu punya kedudukan penting dalam Islam dan disebut dalam Al-Quran.

Tak heran, jika harga kapur barus di pasar global sangat mahal. Siapapun yang menguasai perdagangan kapur bisa dipastikan kaya raya, termasuk keluarga Batak Sisingamangaraja.

Augustin Sibarani dalam Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988) mencatat, sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530 kerajaan sudah memperdagangkan kapur barus ke pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Perlahan, kerajaan kelak tak hanya berdagang, tetapi juga sukses memonopoli pasar kapur barus di Sumatra Utara.

Semua ini praktis membuat Sisingamangaraja kaya raya. Hanya saja, kekayaan tersebut tak dihamburkan-hamburkan. Dalam bayangan orang, raja sudah pasti hidup mewah bergelimang harta di Istana. Namun, hal ini tak terjadi pada trah Sisingamangaraja.

Dari Sisingamangaraja I hingga Sisingamangaraja XII semua punya hobi sama, yakni menabung emas dan perhiasan.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon. Lalu juga Intan-intan Ceylon yang dibawa untuk dari India melalui Barus. Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Memang tak diketahui pasti alasan mereka menabung emas. Namun pastinya tabungan emas mereka sangat menumpuk. Hal ini diceritakan lebih lanjut lewat berbagai kronik saat terjadi serangan orang-orang Padri tahun 1818.

Menurut Mangaraja Onggang Parlindungan dalam Tuanku Rao (1964), para penyerang dari Padri yang sudah melumpuhkan basis pertahanan Sisingamangaraja mengambil semua perhiasan dan emas.

Seluruhnya diangkut oleh 17 kuda. Setiap kuda bisa membawa lebih kurang 60 Kg emas. Alias total emas yang diangkut mencapai 1 ton emas yang jika dirupiahkan sekarang seharga Rp1,6 Triliun.

Ini belum memperhitungkan emas yang diselamatkan keluarga Sisingamangaraja saat terjadi penyerangan. Kala itu, pihak keluarga menaruh perhiasan kerajaan ke dalam wadah penanak nasi super besar. Wadah tersebut ditaruh di tempat rahasia dan hanya diketahui beberapa orang saja.

Aksi penyerangan lantas membuat trah Sisingamangaraja berakhir di generasi ke-12. Sisingamaraja XII tewas di tangan Belanda dan mengakhiri sejarah panjang trah keluarga tersebut di Tanah Batak. Berakhirnya kekuasaan membuat harta segunung milik kerajaan lepas ke tangan orang lain, termasuk Ratu Victoria di Inggris. Dipercaya harta Sisingamangaraja dipakai di mahkota penguasa Inggris tersebut.

“Perhiasan bisa sampai di Inggris karena dibawa oleh seorang bekas tentara Padri yang melarikan diri ke Kelang di Malaysia dan di sana menjualnya,” pungkasnya.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

May 10, 2026
B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

May 10, 2026
Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

May 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .