• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Tembus Rp16.455, Ini Penjelasan & Analisa BI

Dolar AS Tembus Rp16.455, Ini Penjelasan & Analisa BI

July 31, 2025
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 29, 2026
Bursa Asia Rebound, Kospi & Nikkei Bergerak di Zona Hijau

Bursa Asia Rebound, Kospi & Nikkei Bergerak di Zona Hijau

July 29, 2026
Pemerintah Segera Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat KDMP di 900 Lokasi

Pemerintah Segera Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat KDMP di 900 Lokasi

July 29, 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

July 29, 2026
Anak Usaha WIFI Resmi Terbitkan Samurai Bonds Rp2,4 Triliun

Anak Usaha WIFI Resmi Terbitkan Samurai Bonds Rp2,4 Triliun

July 29, 2026
Ketua LPS Sebut Simpanan Masyarakat di Bank Tetap Tumbuh

Ketua LPS Sebut Simpanan Masyarakat di Bank Tetap Tumbuh

July 29, 2026
Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

July 29, 2026
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

July 29, 2026
Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

July 29, 2026
BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar

BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar

July 29, 2026
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI

Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI

July 29, 2026
Purbaya Pastikan KSSK Solid Jaga Pasar Usai Perry Warjiyo Mundur

Purbaya Pastikan KSSK Solid Jaga Pasar Usai Perry Warjiyo Mundur

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 29, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Tembus Rp16.455, Ini Penjelasan & Analisa BI

12 months ago
in Market
Dolar AS Tembus Rp16.455, Ini Penjelasan & Analisa BI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kurs rupiah mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, seusai Bank Sentral Amerika Serikat, yakni The Federal Reserve atau The Fed mengambil sikap hawkish dengan terus menahan suku bunga acuan Fed Fund Rate di level 4,25%-4,50% pada Juli 2025 ini.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, langkah The Fed semalam waktu setempat sebetulnya bukan hanya menyebabkan mata uang garuda saja yang tertekan terhadap dolar AS, melainkan mata uang negara-negara lain.

“Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini sejalan dengan pergerakan mata uang regional lainnya yang melemah,” ucap Erwin kepada CNBC Indonesia, Kamis (31/7/2025).

Melansir dari Refinitiv, pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar 0,27% di level Rp16.430/US$. Kemudian terus melemah ke Rp16.455/US$.

Pelemahan mata uang itu Erwin sebut terutama didorong oleh penguatan dolar AS secara luas, seusai keputusan the Fed yang dianggap para pelaku pasar keuangan relatif hawkish dengan mempertahankan Fed Fund Rate.

“Keputusan the Fed itu relatif hawkish dengan mempertahankan Fed Fund rate dan pengumuman data pertumbuhan ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan,” paparnya.

Keputusan the Fed tersebut antara lain dilandasi oleh penilaian dewan gubernurnya bahwa ekonomi AS relatif resilien di tengah kebijakan tarif Trump. Namun di sisi lain the Fed juga melihat tekanan inflasi di depan dan adanya potensi peningkatan ketidakpastian atas perekonomian ke depan.

“Hal ini berpotensi berdampak pada aset-aset yang dianggap berisiko, termasuk aset dan mata uang negara berkembang,” papar Erwin.

Merespon kondisi tersebut, BI kata Erwin akan terus melanjutkan komitmennya untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui berbagai langkah operasi di pasar.

Sejumlah kebijakan operasi pasar uang itu diantaranya melalui optimalisasi intervensi tiga jalur atau triple intervention di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN serta transaksi NDF di pasar offshore.

“BI juga terus memastikan keseimbangan demand dan supply valas di pasar domestik, sehingga dapat menjaga kepercayaan pasar,” tegas Erwin.

(arj/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tak Banyak Sentimen, Dolar AS Ditutup Stagnan Rp16.820




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 29, 2026
Bursa Asia Rebound, Kospi & Nikkei Bergerak di Zona Hijau

Bursa Asia Rebound, Kospi & Nikkei Bergerak di Zona Hijau

July 29, 2026
Pemerintah Segera Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat KDMP di 900 Lokasi

Pemerintah Segera Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat KDMP di 900 Lokasi

July 29, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .