• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rugi Indofarma (INAF) Susut 69,8%, tapi Masa Kritis Belum Lewat

Rugi Indofarma (INAF) Susut 69,8%, tapi Masa Kritis Belum Lewat

June 29, 2026
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

July 1, 2026
Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

July 1, 2026
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

July 1, 2026
Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

July 1, 2026
MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

July 1, 2026
Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

July 1, 2026
Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

July 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 1, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rugi Indofarma (INAF) Susut 69,8%, tapi Masa Kritis Belum Lewat

3 days ago
in ENTREPRENEUR
Rugi Indofarma (INAF) Susut 69,8%, tapi Masa Kritis Belum Lewat
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada kuartal I-2026. Perseroan berhasil memangkas rugi bersih hingga 69,8% secara tahunan (year-on-year/yoy), meski kondisi keuangannya masih belum sepenuhnya pulih.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp7,58 miliar pada kuartal I-2026, turun dari Rp25,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 45,1% menjadi Rp53,33 miliar, dibandingkan Rp36,76 miliar pada kuartal I-2025.

Di sisi biaya, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp48,58 miliar dari Rp42,37 miliar. Namun, pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi membuat Indofarma berhasil membalikkan kondisi laba kotor menjadi positif sebesar Rp4,75 miliar, setelah pada kuartal I-2025 masih membukukan rugi bruto Rp5,60 miliar.

Efisiensi juga terlihat dari beban operasional. Beban penjualan anjlok menjadi Rp353,1 juta dari Rp3,88 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun 48,4% menjadi Rp6,55 miliar dari Rp12,71 miliar.

Di sisi lain, rugi dari pos lain-lain juga menyusut menjadi Rp1,02 miliar dibandingkan Rp3,24 miliar pada kuartal I-2025.

Serangkaian perbaikan tersebut membuat rugi usaha turun tajam menjadi Rp3,18 miliar dari Rp25,44 miliar pada kuartal I tahun lalu.

Meski demikian, perseroan mulai mencatat beban keuangan sebesar Rp4,42 miliar pada kuartal I-2026. Beban bunga tersebut ikut menekan kinerja sehingga rugi sebelum pajak masih tercatat Rp7,60 miliar. Kendati demikian, angka tersebut tetap jauh lebih rendah dibandingkan rugi sebelum pajak sebesar Rp25,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Walaupun kinerja operasional mulai membaik, kondisi neraca Indofarma masih menunjukkan tantangan besar. Hingga akhir Maret 2026, total aset perseroan turun menjadi Rp489,67 miliar dari Rp535,99 miliar pada akhir 2025.

Sementara itu, total liabilitas masih mencapai Rp1,20 triliun, jauh lebih besar dibandingkan total aset. Kondisi tersebut membuat perseroan masih membukukan defisiensi ekuitas sebesar Rp714,52 miliar.

Selain itu, utang pajak Indofarma juga masih tercatat tinggi, yakni mencapai Rp318,25 miliar hingga akhir kuartal I-2026.

Meski demikian, terdapat satu sinyal positif lain dari sisi likuiditas. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi Rp6,23 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan arus kas operasi negatif Rp18,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .