• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman S&P DJI

Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman S&P DJI

July 13, 2026
Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

July 13, 2026
Kabar Baik! S&P Pertahankan Investment Grade Rating RI-Outlook Stabil

Kabar Baik! S&P Pertahankan Investment Grade Rating RI-Outlook Stabil

July 13, 2026
Breaking News! IHSG Terbang 1,68%, S&P Pertahankan Outlook RI

Breaking News! IHSG Terbang 1,68%, S&P Pertahankan Outlook RI

July 13, 2026
Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Terbang 1,68% di Akhir Sesi 2

Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Terbang 1,68% di Akhir Sesi 2

July 13, 2026
Video: Bos Perusahaan Efek Ungkap Dampak Bunga Tinggi

Video: Bos Perusahaan Efek Ungkap Dampak Bunga Tinggi

July 13, 2026
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

July 13, 2026
RMKE Stock Split Saham Rasio 1:5, Catat Jadwalnya

RMKE Stock Split Saham Rasio 1:5, Catat Jadwalnya

July 13, 2026
Genjot Likuiditas, Bank Milik Salim Perkuat Wealth Management

Genjot Likuiditas, Bank Milik Salim Perkuat Wealth Management

July 13, 2026
Ketidakpastian Masih Tinggi, IHSG Awal Pekan Bisa Terus Hijau?

Ketidakpastian Masih Tinggi, IHSG Awal Pekan Bisa Terus Hijau?

July 13, 2026
Rupiah Nelangsa & Tembus Rp 18.100 per USD, Apa Sebabnya?

Rupiah Nelangsa & Tembus Rp 18.100 per USD, Apa Sebabnya?

July 13, 2026
Volatilitas IHSG Masih Tinggi, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

Volatilitas IHSG Masih Tinggi, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

July 13, 2026
IHSG Sesi 1 Bertahan di Zona Hijau, Ditutup Naik 0,11%

IHSG Sesi 1 Bertahan di Zona Hijau, Ditutup Naik 0,11%

July 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 13, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman S&P DJI

3 hours ago
in Market
Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman S&P DJI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait keputusan lembaga penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang menempatkan Indonesia ke dalam Watchlist 2027.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, S&P sebagai penyedia indeks memang memiliki sejumlah dana yang berinvestasi pada saham-saham Indonesia. Namun, besaran aset kelolaan (asset under management/AUM) yang mengikuti indeks S&P masih relatif lebih kecil dibandingkan penyedia indeks global lainnya seperti MSCI maupun FTSE Russell.

“Kalau kita lihat memang dibandingkan dengan indeks provider lainnya, misalnya MSCI dan FTSE, besaran nilai total asset under management di bawah indeks S&P yang terkait dengan bursa kita lebih terbatas, relatif lebih kecil dibandingkan yang lain,” ujar Hasan kepada wartawan, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (13/7/2026).

Hasan menjelaskan, hingga saat ini S&P baru menempatkan Indonesia dalam daftar pantauan sehingga belum ada keputusan untuk menurunkan klasifikasi ataupun mengeluarkan saham Indonesia dari konstituen indeksnya. Dengan demikian, belum terdapat potensi arus keluar dana dari investor pasif yang mengikuti indeks tersebut.

Menurutnya, dana pasif yang mengacu pada indeks global hanya akan melakukan penyesuaian portofolio apabila terdapat perubahan komposisi atau klasifikasi indeks. Selama belum ada keputusan resmi dari S&P DJI, investor yang melakukan tracking terhadap indeks Indonesia belum diwajibkan melakukan perubahan kepemilikan saham.

OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah mulai melakukan komunikasi dengan S&P DJI guna memahami berbagai perhatian yang menjadi dasar masuknya Indonesia ke dalam daftar pantauan. OJK menegaskan akan mendengarkan seluruh masukan dari penyedia indeks tersebut dan memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita akan betul-betul mendengarkan apa yang menjadi concern yang sekiranya dapat kemudian kita berikan jawabannya secara utuh dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata Hasan.

Dalam dokumen Country Classification – 2026/2027 Watchlist yang dirilis pada 7 Juli 2026, S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam Watchlist 2027. Indonesia yang saat ini berstatus Emerging Market berpotensi direklasifikasi menjadi Special Measures atau Frontier Market pada peninjauan tahunan 2027.

Selain Indonesia, S&P DJI juga memasukkan Turki ke dalam Watchlist 2027 dengan potensi perubahan klasifikasi dari Emerging menjadi Special Measures atau Frontier. Sementara itu, Nigeria dipantau untuk kemungkinan naik kelas dari Standalone menjadi Frontier Market.

S&P DJI menyebut alasan utama penempatan Indonesia dalam daftar pantauan adalah masih adanya persoalan transparansi kepemilikan saham yang dinilai berdampak pada likuiditas pasar serta keandalan pembentukan harga saham. Investor institusi global juga masih menyoroti keterbukaan struktur kepemilikan saham dan dugaan pola perdagangan terkoordinasi yang menyulitkan penilaian terhadap free float yang sesungguhnya.

Meski demikian, S&P DJI mengapresiasi berbagai langkah yang telah ditempuh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia. S&P menegaskan, apabila permasalahan tersebut dapat diatasi, Indonesia berpeluang mempertahankan status Emerging Market, sedangkan jika tidak, Indonesia berisiko dikenai Special Measures atau bahkan direklasifikasi menjadi Frontier Market pada review 2027.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

July 13, 2026
Kabar Baik! S&P Pertahankan Investment Grade Rating RI-Outlook Stabil

Kabar Baik! S&P Pertahankan Investment Grade Rating RI-Outlook Stabil

July 13, 2026
Breaking News! IHSG Terbang 1,68%, S&P Pertahankan Outlook RI

Breaking News! IHSG Terbang 1,68%, S&P Pertahankan Outlook RI

July 13, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .