• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

July 22, 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

July 23, 2026
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,19%

IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,19%

July 23, 2026
Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

July 23, 2026
Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

July 23, 2026
BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

July 23, 2026
Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS

Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS

July 23, 2026
Direksi dan Komisaris HERO Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Direksi dan Komisaris HERO Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

July 23, 2026
IHSG Putus Reli 9 Hari, Asing Ramai-Ramai Profit Taking di Saham Ini

IHSG Putus Reli 9 Hari, Asing Ramai-Ramai Profit Taking di Saham Ini

July 23, 2026
Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

July 23, 2026
Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

July 22, 2026
Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

July 22, 2026
Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

July 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

2 hours ago
in Market
BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan masih terdapat sejumlah sektor strategis yang belum mendapatkan aliran kredit perbankan secara optimal. Padahal, sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan hasil asesmen bank sentral menunjukkan setidaknya ada empat sektor yang pertumbuhan kreditnya masih berada di bawah potensi. Keempat sektor tersebut adalah pertanian, perdagangan, pengangkutan atau logistik, serta industri pengolahan.

“Memang kita melihat masih ada beberapa sektor yang pertumbuhan kreditnya itu masih di bawah potensialnya, dan kami juga sudah mulai melakukan asesmen di beberapa sektor yang memang mempunyai ruang pertumbuhan kredit yang masih cukup tinggi, yakni pertanian, perdagangan, pengangkutan (logistik), dan industri pengolahan,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Menurut Destry, sektor-sektor tersebut masih menyimpan ruang ekspansi yang besar, terutama karena kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh perbankan. Di sisi lain, sektor tersebut juga menjadi fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor-sektor ini sebenarnya masih punya ruang untuk tumbuh, terutama kalau kita lihat di sektor pertanian, pengangkutan, dan perdagangan yang kredit gapnya itu masih besar,” ujarnya.

Besarnya credit gap tersebut menunjukkan masih adanya selisih antara kebutuhan pembiayaan dan realisasi kredit yang diterima pelaku usaha. Karena itu, BI menilai ruang peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas tersebut masih terbuka lebar.

Untuk mendorong percepatan pembiayaan, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Langkah ini diharapkan dapat mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian.

“Jadi artinya, ini masih mempunyai ruang untuk ditingkatkan kreditnya kepada sektor-sektor tersebut,” kata Destry.

Dorongan pembiayaan ke sektor pertanian, perdagangan, logistik, dan industri pengolahan dinilai penting karena sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi domestik sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan meningkatnya aliran kredit, BI berharap kapasitas produksi, distribusi, hingga aktivitas usaha di sektor-sektor tersebut dapat tumbuh lebih cepat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

July 23, 2026
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,19%

IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,19%

July 23, 2026
Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

July 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .