• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS

Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS

July 23, 2026
Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

July 23, 2026
Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

July 23, 2026
BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

July 23, 2026
Direksi dan Komisaris HERO Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Direksi dan Komisaris HERO Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

July 23, 2026
IHSG Putus Reli 9 Hari, Asing Ramai-Ramai Profit Taking di Saham Ini

IHSG Putus Reli 9 Hari, Asing Ramai-Ramai Profit Taking di Saham Ini

July 23, 2026
Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

July 23, 2026
BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

July 22, 2026
Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

July 22, 2026
Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

July 22, 2026
Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

Warga RI Makin Jarang Pakai Uang Tunai

July 22, 2026
Kredit Bank Tumbuh 12,67% pada Juni 2026 Meski Suku Bunga Mulai Naik

Kredit Bank Tumbuh 12,67% pada Juni 2026 Meski Suku Bunga Mulai Naik

July 22, 2026
Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga: Bisa Dorong Kredit

Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga: Bisa Dorong Kredit

July 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS

1 hour ago
in News
Panda Bond Bikin RI Gak Bergantung Lagi ke Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penerbitan obligasi berdenominasi China renminbi, Panda Bond, disebut ekonom dapat membuat Indonesia tidak lagi bergantung dengan dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Myrdal Gunarto melihat secara bertahap Indonesia sudah mulai melepaskan ketergantungan akan dolar AS. Indonesia telah memulai transaksi dengan mata uang Yuan di jalur perdagangan, melalui skema local currency transaction (LCT) dan kini fiskal pemerintah pun mulai diperkuat dengan penerbitan surat utang mata uang Negeri Panda tersebut.

“Iya, karena secara bertahap saat ini transaksi LCT dengan mata uang Tiongkok juga terus meningkat,” ujar Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Myrdal Gunarto kepada CNBC Indonesia pada Rabu (22/7/2026).

Walaupun Indonesia mulai melepas ketergantungan terhadap dolar AS, Myrdal mengatakan tetap butuh waktu untuk menggeser penuh peran greenback sebagai alat transaksi dengan dunia internasional.

“Memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk mata uang lain menggantikan hegemoni dolar AS dalam aktivitas transaksi internasional,” ucap Myrdal.

Dirinya pun mengatakan bahwa Panda Bond sebagai keberhasilan pemerintah dalam melakukan strategi diversifikasi pembiayaan fiskal. Bonusnya adalah mengalirnya dana investor masuk ke dalam negeri.

“Panda Bond bisa menghadirkan inflow dari luar dengan biaya yang murah. Saya lihat yield indikasi dari Panda Bond sangat rendah Pak. Ini tentu juga menjadi keberhasilan pemerintah dalam melakukan strategi diversifikasi pembiayaan fiskal.”

Pemerintah akan menerbitkan obligasi berdenominasi yuan China atau yang dikenal sebagai panda bonds pada 23 Juli 2026. Diketahui, pemerintah menargetkan penghimpunan dana dari panda bonds sebesar US$ 1 miliar.

Adapun Panda Bond dinilai oleh lembaga rating yang paling kuat di China, yakni Lianhe Credit Rating telah memberikan peringkat utang itu AAA/Stable.

Myrdal mengatakan bahwa rating AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating merupakan pencapaian yang masif dan akan ada beberapa implikasi makroekonomi dan fiskal.

“Pertama, penurunan Cost of Fund, dengan profil risiko yang dinilai sangat minim, pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat untuk menekan yield serendah mungkin. Ini sangat krusial untuk menjaga beban bunga utang APBN tetap efisien,” ucap Myrdal.

Kedua adalah diversifikasi Basis Investor dan Mata Uang. Langkah pemerintah menargetkan ekuivalen US$ 1 miliar (sekitar 7 miliar yuan) pada emisi 23 Juli 2026 adalah manuver diversifikasi yang taktis.

“Masuk ke pasar renminbi membuka akses ke pool of capital Tiongkok yang masif, sehingga kita tidak hanya bergantung pada penerbitan berdenominasi Dolar AS (Global Bond) atau Yen (Samurai Bond) di tengah volatilitas suku bunga global,” ujarnya.

Terakhir, Myrdal melihat rating AAA ini mengonfirmasi bahwa fundamental ekonomi, kecukupan cadangan devisa, dan stabilitas fiskal Indonesia diakui sangat solid oleh kacamata investor global.

(ras/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

July 23, 2026
Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak

July 23, 2026
BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

July 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .