• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

July 23, 2026
Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

July 24, 2026
IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

July 24, 2026
Harga Minyak Tembus US0 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

July 24, 2026
Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

July 24, 2026
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US0

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US$100

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

July 24, 2026
Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

July 24, 2026
Pesanan Capai Rp45 T, Kenapa Investor RRT Berebut Panda Bond RI?

Pesanan Capai Rp45 T, Kenapa Investor RRT Berebut Panda Bond RI?

July 24, 2026
Tinggalkan Level 6.300, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih dari 1%

Tinggalkan Level 6.300, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih dari 1%

July 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910

1 day ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Melemah 0,20%, Dolar AS Naik ke Rp17.910
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/7/2026), sehari setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75%.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 0,20% ke posisi Rp17.910/US$. Pelemahan ini memutus momentum positif pada perdagangan sebelumnya, ketika mata uang Garuda ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.870/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,07% ke posisi 101,058. Melanjutkan pelemahan di perdagangan sebelumnya, ketika DXY ditutup turun ke level 101,125.


Pergerakan rupiah pagi ini masih dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli serta perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dari dalam negeri, RDG BI yang berlangsung pada Selasa-Rabu (21-22/7/2026) memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75%, sedangkan Lending Facility dipertahankan di level 6,50%.

Keputusan tersebut diambil setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) sejak Mei 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menilai pergerakan rupiah masih cukup terjaga hingga pertengahan Juli 2026.

“Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif stabil dibandingkan dengan level akhir Juni 2026 sebesar Rp17.880,” ujar Perry.

BI memilih mempertahankan suku bunga dan memperkuat sejumlah insentif untuk menarik arus modal asing. Langkah ini ditempuh agar stabilitas rupiah tetap terjaga tanpa kembali mendorong kenaikan suku bunga di dalam negeri.

Dari eksternal, DXY memang melemah tipis pada perdagangan pagi ini. Namun, dolar AS masih mendapat penopang dari memanasnya kembali konflik antara AS dan Iran yang mendorong permintaan terhadap aset aman.

Militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Pada saat bersamaan, kelompok Houthi yang didukung Iran pada Kamis mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi di kawasan Laut Merah.

Houthi yang berbasis di Yaman menguasai wilayah di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Lokasinya berada di sisi lain Semenanjung Arab dari Selat Hormuz yang saat ini nyaris sepenuhnya diblokade Iran.

Kondisi tersebut memunculkan ancaman gangguan di dua jalur utama perdagangan minyak dunia sekaligus, yakni Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Sementara itu, militer AS pada Rabu kembali melancarkan serangan terhadap Iran atas arahan Presiden Donald Trump. Serangan terbaru ini menandai aksi militer AS terhadap Iran selama 12 malam berturut-turut.

Ancaman terhadap pelayaran mulai membuat sejumlah kapal mengubah rute. Sebanyak lima kapal tanker menghindari Selat Bab el-Mandeb pada Rabu. Sehari sebelumnya, tiga tanker yang membawa minyak Arab Saudi menuju China dan India juga berbalik arah di Laut Merah.

Gangguan terhadap jalur distribusi minyak tersebut kembali mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi global. Kondisi ini masih dapat menopang dolar AS sebagai aset aman dan membatasi ruang penguatan rupiah.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

July 24, 2026
IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

July 24, 2026
Harga Minyak Tembus US0 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

July 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .