• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

July 24, 2026
Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

July 24, 2026
Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 24, 2026
Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

July 24, 2026
PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

July 24, 2026
Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

July 24, 2026
IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

July 24, 2026
Harga Minyak Tembus US0 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

July 24, 2026
Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

July 24, 2026
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US0

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US$100

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

July 24, 2026
Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

July 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk pada perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026), dengan pelemahan yang makin mendekati 2% di tengah derasnya aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus membayangi pergerakan pasar.

Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 111 poin atau 1,75% ke level 6.204,63. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 594 saham melemah, hanya 80 saham menguat, sementara 115 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi telah mencapai Rp 10,51 triliun dengan volume perdagangan 24,61 miliar saham dalam 1,46 juta kali transaksi, mencerminkan tingginya tekanan jual sejak awal sesi.

Pelemahan IHSG didominasi oleh aksi jual pada saham-saham unggulan, terutama sektor perbankan yang sehari sebelumnya juga menjadi sasaran jual investor asing.

Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan saham BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS dan BUMI menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini

Pada perdagangan Kamis (23/7), investor asing membukukan jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp920,3 miliar di pasar reguler, dengan tekanan terbesar terjadi pada saham-saham bank jumbo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Aksi lepas tersebut berlanjut pada perdagangan hari ini sehingga menyeret indeks lebih dalam.

Tekanan juga dipengaruhi sentimen global yang semakin memburuk. Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek perdagangan global. Di saat bersamaan, konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent melonjak hingga US$100,69 per barel, level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global akan kembali menguat dan memperbesar peluang bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kombinasi tekanan eksternal dan berlanjutnya aksi jual pada saham-saham perbankan membuat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, sehingga IHSG menjadi salah satu indeks yang mengalami tekanan cukup dalam pada awal perdagangan hari ini.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

July 24, 2026
Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 24, 2026
Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

July 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .