Jakarta, CNBC Indonesia – Penyedia layanan keuangan digital, Kredivo, kini menjadi sorotan karena kasus penagihan kredit nasabah yang melanggar etika, yaitu melakukan pelecehan kepada nasabahnya. Kasus tersebut membuat manajemen Kredivo dan entitas usahanya, KrediFazz dipanggil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kredivo merupakan platform kredit digital yang berada di bawah naungan PT FinAccel Digital Indonesia yang dikendalikan oleh FinAccel Pte. Ltd., perusahaan teknologi finansial asing.
Dari sisi kepemilikan,sebagai perusahaan induk yang kemudian berevolusi menjadi Kredivo Group. Seiring pertumbuhan bisnis, grup ini tidak hanya mengoperasikan Kredivo, tetapi juga KrediFazz dan Krom Bank.
FinAccel didirikan oleh tiga pengusaha teknologi, yakni Alie Tan, Paramananda Budi Setyawan, dan Umang Rustagi, yang menggabungkan keahlian di bidang teknologi, data science, dan manajemen untuk membangun ekosistem layanan keuangan digital di Asia Tenggara.
Melalui anak usahanya di Indonesia, FinAccel mengembangkan Kredivo menjadi salah satu pemain terbesar di industri pembiayaan digital, hingga perbankan digital melalui Krom Bank.
Mengutip laman resmi KrediFazz, Alie Tan merupakan sosok yang berperan besar dalam pengembangan teknologi perusahaan. Berdasarkan profil pemegang saham PT FinAccel Digital Indonesia, Alie Tan merupakan pemegang saham KrediFazz yang berkewarganegaraan Indonesia.
Ia lulusan Computer Science Universitas Bina Nusantara pada 2005.
Sebelum mendirikan FinAccel, ia memiliki pengalaman panjang di industri teknologi, termasuk sebagai Senior Software Engineer di Affle Pte Ltd, Product/Project Manager, Associate Director – Product, hingga Director of Operations and Presales di AppWeavers.
Pada 2015, ia menjadi Chief Technology Officer sekaligus Co-Founder FinAccel Pte. Ltd., kemudian sejak 2017 menjabat Direktur Utama PT FinAccel Digital Indonesia, perusahaan yang mengoperasikan layanan Kredivo di Indonesia.
Pendiri lainnya, Umang Rustagi, berasal dari India dan memiliki latar belakang akademik di bidang teknik dan bisnis. Ia meraih gelar B.Tech dan M.Tech (Dual Degree) dari Indian Institute of Technology (IIT) pada 2009, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Indian Institute of Management (IIM) pada 2011.
Sebelum mendirikan FinAccel, Rustagi bekerja di perusahaan konsultan global McKinsey & Company, mulai dari posisi Associate hingga Engagement Manager. Sejak 2015 ia menjadi Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder FinAccel Pte. Ltd.,
Sementara di Indonesia ia menjabat Komisaris Utama PT FinAccel Digital Indonesia sejak 2018. Pengalaman konsultansi strategis yang dimilikinya berperan dalam membangun model operasional dan strategi ekspansi bisnis perusahaan.
Selain itu, ada Paramananda Budi Setyawan yang juga menjadi pemegang saham KrediFazz. Paramananda memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dari Erasmus University Rotterdam, Belanda, dengan gelar Bachelor of Science di bidang Economics and Business Economics pada 2010 serta Master of Science Financial Economics pada 2012.
Di FinAccel, ia menjabat sebagai Principal Data Scientist sejak 2016. Sebelum bergabung dengan perusahaan, Paramananda pernah menjadi konsultan di Ipsos Business Consulting dan analis di Accenture.
(ayh/ayh)
Add
as a preferred
source on Google


















