• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930

Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930

July 24, 2026
Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

July 24, 2026
Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

July 24, 2026
Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

July 24, 2026
ECB Tahan Suku Bunga 2,25%, Buka Peluang Naik September

ECB Tahan Suku Bunga 2,25%, Buka Peluang Naik September

July 24, 2026
Laba Bank J Trust (BCIC) Anjlok 28,9% di Semester I-2026

Laba Bank J Trust (BCIC) Anjlok 28,9% di Semester I-2026

July 24, 2026
H1-2026, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Konsolidasi Rp 30,4 Triliun

H1-2026, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Konsolidasi Rp 30,4 Triliun

July 24, 2026
Pabrik Cold Rolling Mill Kebakaran, Krakatau Steel Ungkap Dampaknya

Pabrik Cold Rolling Mill Kebakaran, Krakatau Steel Ungkap Dampaknya

July 24, 2026
Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemiliknya

Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemiliknya

July 24, 2026
Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

Bos Kredivo Dipanggil OJK, Ternyata Ini Pemilik

July 24, 2026
Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 24, 2026
Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

Airlangga Pastikan PFII Bebas dari ‘Dana Gelap’

July 24, 2026
Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

July 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930

52 minutes ago
in News
Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Mata uang Garuda bahkan sempat mendekati level psikologis Rp18.000/US$ sebelum memangkas pelemahannya menjelang akhir perdagangan.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,25% ke posisi Rp17.935/US$. Posisi penutupan tersebut sama dengan level pembukaan perdagangan pagi tadi.

Rupiah sempat melemah lebih dalam hingga menyentuh Rp17.980/US$, yang menjadi level terendah sepanjang perdagangan hari ini. Tekanan kemudian berkurang dan rupiah berhasil menjauh sekitar 50 poin dari posisi terlemahnya.

Pelemahan hari ini membuat rupiah berakhir di zona merah selama dua hari perdagangan beruntun. Secara mingguan, rupiah juga melemah sekitar 0,25% dari posisi penutupan Jumat pekan lalu di Rp17.885/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,17% ke posisi 101,275. DXY terkoreksi setelah menguat 0,32% pada perdagangan sebelumnya, Kamis (23/7/2026).


Meski DXY melemah pada perdagangan sore ini, rupiah belum mampu berbalik ke zona hijau. Tekanan masih datang dari lonjakan harga minyak, kenaikan yield US Treasury, serta kembali memanasnya perang dagang global.

Harga minyak Brent sempat menembus US$102 per barel pada perdagangan Jumat. Secara bulanan, harga minyak tersebut telah melonjak hampir 40% setelah konflik di Timur Tengah kembali mengancam jalur distribusi energi dunia.

Kenaikan terbaru dipicu serangan kelompok Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan tersebut memperbesar ancaman gangguan di Selat Bab el-Mandeb, ketika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz juga masih terganggu.

Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan serangan militer terhadap Iran serta menjanjikan hukuman besar kepada Iran dan kelompok Houthi.

Lonjakan harga minyak kembali mengerek kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini pun mendorong Yield US Treasury tenor 10 tahun naik menembus 4,7% atau mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari 18 bulan.

Kenaikan yield membuat aset berdenominasi dolar AS menjadi sangat menarik.

Tekanan lain datang dari kebijakan tarif terbaru pemerintahan Trump yang resmi berlaku pada Jumat. AS mengenakan tarif sebesar 10% dan 12,5% terhadap barang dari 60 mitra dagang yang dinilai lemah dalam menegakkan larangan produk hasil kerja paksa.

Indonesia masuk dalam kelompok negara yang dikenai tarif sebesar 10%. Tarif baru tersebut menggantikan tarif global sementara sebesar 10% yang berakhir pada hari yang sama.

Pelaku pasar kini menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan depan. Lonjakan harga energi dan kenaikan tarif membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter The Federal Reserve yang lebih ketat.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

July 24, 2026
Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

July 24, 2026
Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

July 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .