• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705

Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705

September 3, 2026
Ada Dana Rp930 T! Uang Bank Aman Meski Banyak Garap Proyek Pemerintah

Ada Dana Rp930 T! Uang Bank Aman Meski Banyak Garap Proyek Pemerintah

September 3, 2026
Purbaya Tebar Insentif Baru, Pajak Bunga SBN Valas Ditanggung Negara

Purbaya Tebar Insentif Baru, Pajak Bunga SBN Valas Ditanggung Negara

September 3, 2026
Laba Melesat 34%, Diversifikasi Portofolio Perkuat Kinerja Antam

Laba Melesat 34%, Diversifikasi Portofolio Perkuat Kinerja Antam

September 3, 2026
Emiten Farmasi RI Ini Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

Emiten Farmasi RI Ini Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

September 3, 2026
Bank OCBC Caplok 20% Saham GE Life Indonesia, Rogoh Duit Segini

Bank OCBC Caplok 20% Saham GE Life Indonesia, Rogoh Duit Segini

September 3, 2026
Destry Jadi Gubernur BI, IHSG Menguat ke Rp 17.600-an per USD

Destry Jadi Gubernur BI, IHSG Menguat ke Rp 17.600-an per USD

September 3, 2026
Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I-2026 Naik Jadi Rp 10,6 Triliun

Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I-2026 Naik Jadi Rp 10,6 Triliun

September 3, 2026
Dalam 3 Bulan, Allo Bank (BBHI) Mau Buyback Saham Rp300 Miliar

Dalam 3 Bulan, Allo Bank (BBHI) Mau Buyback Saham Rp300 Miliar

September 3, 2026
Siap-Siap, Ada Aksi Korporasi Jumbo Di Emiten Andry Hakim

Siap-Siap, Ada Aksi Korporasi Jumbo Di Emiten Andry Hakim

September 3, 2026
Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha

Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha

September 3, 2026
Fenomena Baru di Inggris, Ramai Bank Tukar Aset Berisiko ke Uang Tunai

Fenomena Baru di Inggris, Ramai Bank Tukar Aset Berisiko ke Uang Tunai

September 3, 2026
IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, Ini Penjelasan BEI

IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, Ini Penjelasan BEI

September 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, September 3, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda mendapat ruang untuk bangkit ketika indeks dolar AS terkoreksi.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Kamis (3/9/2026), rupiah mampu terapresiasi 0,25% ke posisi Rp17.705/US$.

Penguatan tersebut membalikkan pelemahan pada perdagangan Rabu (2/9/2026), ketika rupiah ditutup terdepresiasi 0,31% ke level Rp17.765/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,08% ke posisi 99,502.


Dinamika dolar AS di pasar global diperkirakan masih mewarnai pergerakan rupiah hari ini. Meski terkoreksi pada perdagangan pagi, greenback sebelumnya sempat menyentuh posisi tertinggi dalam dua pekan.

Dolar mendapat dukungan setelah konflik antara AS dan Iran kembali memanas. Eskalasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak lonjakan biaya energi terhadap inflasi dan perekonomian global.

Dolar AS cenderung diuntungkan ketika harga minyak meningkat karena ekonomi Negeri Paman Sam dinilai tidak terlalu rentan terhadap guncangan energi dibandingkan sejumlah negara maju lainnya. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengalihkan dana menuju dolar sebagai aset aman.

Kekuatan dolar juga ditopang perbedaan arah kebijakan moneter negara-negara maju. Bank Sentral Eropa diperkirakan segera mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga, sedangkan The Federal Reserve (The Fed) masih menghadapi kemungkinan untuk melanjutkan pengetatan kebijakan.

Pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 68%, meningkat dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga sempat naik hingga 4,8182%, posisi tertinggi sejak November 2023. Tingginya yield membuat instrumen keuangan AS semakin menarik bagi investor global.

Namun, aksi jual obligasi yang dipicu kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi fiskal AS juga dapat membatasi penguatan dolar. Kenaikan utang serta tekanan harga yang bertahan tinggi mulai memunculkan keraguan terhadap daya tarik aset AS dalam jangka panjang.

Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 Destry Damayanti mengakui perekonomian global masih berada dalam fase higher for longer. Suku bunga, inflasi, dan imbal hasil obligasi di negara maju diperkirakan bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

“Ini kan sesuai juga dengan pengamatan kami, juga dalam asesmen kami terakhir. Kita memang menghadapi situasi higher for longer. Jadi bond yield yang tinggi, kemudian inflasi juga tinggi di negara maju, kemudian juga suku bunga masih terus tinggi,” kata Destry setelah diambil sumpah jabatannya sebagai Gubernur BI di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Destry, kondisi global tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia. Perkembangan suku bunga dan imbal hasil obligasi global akan menjadi salah satu pertimbangan BI dalam merumuskan kebijakan domestik.

“Nah ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik. Jadi faktor-faktor global itu akan sangat juga mempengaruhi banyak latar belakang kami nanti dalam membuat kebijakan domestik,” ujarnya.

Tingginya ketidakpastian global membuat stabilitas tetap menjadi fokus utama BI, terutama dalam menjaga nilai tukar rupiah, inflasi, dan sistem keuangan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Dana Rp930 T! Uang Bank Aman Meski Banyak Garap Proyek Pemerintah

Ada Dana Rp930 T! Uang Bank Aman Meski Banyak Garap Proyek Pemerintah

September 3, 2026
Purbaya Tebar Insentif Baru, Pajak Bunga SBN Valas Ditanggung Negara

Purbaya Tebar Insentif Baru, Pajak Bunga SBN Valas Ditanggung Negara

September 3, 2026
Laba Melesat 34%, Diversifikasi Portofolio Perkuat Kinerja Antam

Laba Melesat 34%, Diversifikasi Portofolio Perkuat Kinerja Antam

September 3, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .