• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BRI Jaga Kualitas Aset, Pertumbuhan Selektif dan Prinsip Kehati-hatian

BRI Jaga Kualitas Aset, Pertumbuhan Selektif dan Prinsip Kehati-hatian

September 4, 2026
Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

September 4, 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

September 4, 2026
Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

September 4, 2026
Danantara Buka-Bukaan Soal Transformasi Telkom Jadi Strategic Holding

Danantara Buka-Bukaan Soal Transformasi Telkom Jadi Strategic Holding

September 4, 2026
SoalMerger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

SoalMerger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

September 4, 2026
RUPO Disetujui, Waskita Karya Rampungkan Restrukturisasi Utang

RUPO Disetujui, Waskita Karya Rampungkan Restrukturisasi Utang

September 4, 2026
Asing Mulai Masuk, IHSG & Rupiah Akhir Pekan Bisa Tetap Hijau?

Asing Mulai Masuk, IHSG & Rupiah Akhir Pekan Bisa Tetap Hijau?

September 4, 2026
Tukang Becak Menang Undian, Uangnya Bisa Beli 12 Rumah di Pondok Indah

Tukang Becak Menang Undian, Uangnya Bisa Beli 12 Rumah di Pondok Indah

September 4, 2026
Bank Mandiri Mau Bagi Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Bank Mandiri Mau Bagi Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

September 4, 2026
IHSG Lanjut Menguat, Dibuka Naik 0,44%

IHSG Lanjut Menguat, Dibuka Naik 0,44%

September 4, 2026
Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610

September 4, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: ASII, AMMN, hingga RATU

Rekomendasi Saham Hari Ini: ASII, AMMN, hingga RATU

September 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 4, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

BRI Jaga Kualitas Aset, Pertumbuhan Selektif dan Prinsip Kehati-hatian

2 hours ago
in News
BRI Jaga Kualitas Aset, Pertumbuhan Selektif dan Prinsip Kehati-hatian
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin. Hingga akhir Triwulan II 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh di atas industri perbankan, disertai dengan perbaikan sejumlah indikator kualitas aset.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong ekspansi secara sehat dan berkualitas. Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, BRI tidak semata-mata mengejar volume penyaluran kredit, tetapi memastikan setiap ekspansi tetap berada dalam koridor risk appetite dan prinsip kehati-hatian.

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BRI pada Triwulan II 2026 berada di atas industri perbankan dan diikuti dengan perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan. Hal ini mencerminkan bahwa ekspansi yang kami lakukan tetap berjalan secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit agar pertumbuhan BRI dapat berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Ety dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Kualitas pertumbuhan tersebut tercermin dari membaiknya rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL), dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,9% pada akhir Triwulan II 2026. Perbaikan NPL menjadi salah satu indikator efektivitas strategi pengelolaan risiko yang dijalankan BRI di tengah akselerasi penyaluran kredit.

Menurut Ety, BRI secara konsisten menerapkan strategi selective growth atau pertumbuhan selektif dengan mengarahkan ekspansi kepada segmen, sektor, dan nasabah yang memiliki profil risiko terukur. Strategi tersebut diikuti dengan penguatan early warning system serta optimalisasi fungsi collection dan recovery untuk menjaga kualitas portofolio secara menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan memiliki kualitas yang baik sejak awal. Karena itu, pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pipeline akuisisi dan seleksi debitur, monitoring kualitas kredit, hingga collection dan recovery,” jelas Ety.

Perbaikan kualitas kredit BRI juga tercermin pada indikator yang lebih forward-looking, yakni Loan at Risk (LaR). Hingga akhir Triwulan II 2026, rasio LaR BRI membaik menjadi 9,1% dari 9,6% pada akhir 2025. Penurunan tersebut menunjukkan perbaikan profil risiko portofolio sekaligus mencerminkan perbaikan kualitas penyaluran kredit baru.

Sejalan dengan membaiknya NPL dan LaR, Cost of Credit (CoC) BRI juga turun dari 3,4% pada Q2 2025 menjadi 3,1% pada akhir Triwulan II 2026. Perbaikan CoC menunjukkan bahwa peningkatan kualitas aset turut berdampak positif terhadap biaya risiko perseroan.

Di sisi lain, BRI memiliki keunggulan berupa jaringan yang tersebar luas dan basis nasabah yang terdiversifikasi. Karakteristik tersebut memungkinkan BRI membangun portofolio kredit yang terdiversifikasi secara geografis maupun sektoral sehingga memperkuat daya tahan perseroan dalam menghadapi dinamika perekonomian.

Pengelolaan kualitas kredit tersebut juga menjadi penting mengingat UMKM merupakan core business BRI. Bagi BRI, besarnya eksposur UMKM bukan hanya sebagai instrumen untuk memperluas inklusi keuangan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga sebagai portofolio bisnis yang harus dikelola secara sehat dengan disiplin pemantauan risiko yang kuat.

“Model bisnis berbasis UMKM memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar karena langsung menyentuh aktivitas produktif masyarakat. Pada saat yang sama, kami terus membuktikan bahwa portofolio tersebut dapat dikelola dengan tingkat risiko yang memadai. Dengan pengelolaan risiko yang disiplin, UMKM dapat terus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan BRI sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap ekonomi kerakyatan,” pungkas Ety.

Perbaikan kualitas aset tersebut turut menopang kinerja BRI yang solid. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% YoY, sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5% YoY.

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI

September 4, 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660

September 4, 2026
Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun

September 4, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .