
Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (13/10/2026). Mata uang Garuda membuka perdagangan di zona merah.
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan 0,14% ke posisi Rp17.920/US$.
Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (12/10/2026), ketika rupiah ditutup turun 0,17% ke level Rp17.905/US$. Padahal, rupiah sempat dibuka menguat 0,08% di posisi Rp17.860/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,09% ke posisi 102,490.
Koreksi tersebut terjadi setelah DXY ditutup menguat 0,37% pada perdagangan sebelumnya.
Meski terkoreksi pada pagi ini, indeks dolar AS masih bertahan di level yang relatif tinggi dan berada di sekitar posisi terkuatnya sejak April tahun lalu. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih kuat dan membatasi ruang penguatan rupiah.
Dolar AS ditopang oleh suku bunga AS yang relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, serta meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global.
“Kombinasi suku bunga relatif lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat, dan meningkatnya permintaan terhadap dolar sebagai aset defensif terus memberikan dukungan kuat bagi greenback,” kata Kepala Riset Pepperstone Group Chris Weston, dikutip dari Reuters.
Kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat dolar. Kekhawatiran geopolitik kembali meningkat setelah terjadi serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina.
Harga minyak Brent sempat melonjak 1,8% pada perdagangan Senin menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi dan Ukraina. Pada perdagangan Asia pagi ini, Brent terkoreksi 0,9% ke US$105,74 per barel.
Harga energi yang tetap tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi global. Kondisi ini dapat membuat suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama sekaligus mempertahankan daya tarik dolar AS.
(evw/evw)



















