
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) memulai perdagangan dengan nominal saham pasca pemecahan saham (stock split) 1:2 hari ini, Rabu (14/10/2026). Emiten jasa konstruksi itu telah mendapatkan persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk stock split pada itu tertera dalam Surat BEI yang tertanggal 5 Oktober 2026.
Dengan demikian, nominal saham PBSA yang sebelumnya Rp50 per saham, menjadi Rp25 per saham. Sementara modal dasar perseroan berjumlah Rp480 miliar terbagi atas 19,2 miliar unit saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp25.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, harga PBSA berada di 744 per saham. Pada pembukaan perdagangan ini, saham itu resmi stock split menjadi 422 per saham.
Pada debutnya pasca stock split, PBSA sempat naik 0,47% ke harga 424, sebelum sempat anjlok 1,42% ke zona merah menjadi 416. Per pukul 09.34 WIB, PBSA memangkas koreksinya dan kembali ke harga pembukaan awal.
Dengan dilaksanakannya pemecahan saham, maka jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dalam PBSA akan berubah dari 3.000.000.000 unit saham menjadi 6.000.000.000 unit saham.
PBSA mengatakan aksi korporasi tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu langkah Perseroan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor serta mendukung peningkatan likuiditas perdagangan saham Perseroan di BEI.
Pada tanggal 18 September 2026, PBSA telah menyelenggarakan RUPSLB sehubungan dengan Stock Split, dan para pemegang saham telah memberikan persetujuan.
(rob/rob)



















