• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$

Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$

October 14, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

October 14, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

October 14, 2026
Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

October 14, 2026
Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

October 14, 2026
Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

October 14, 2026
Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham Bayan

Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham Bayan

October 14, 2026
Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Beli Lagi Saham Bayan

Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Beli Lagi Saham Bayan

October 14, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 14, 2026
Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

October 14, 2026
Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

October 14, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

October 14, 2026
Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

October 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 14, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$

58 minutes ago
in Lifestyle
Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (14/10/2026). Mata uang Garuda ditutup di zona merah setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.895/US$ atau melemah 0,06% dibandingkan penutupan Selasa (13/10/2026) di Rp17.885/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat hingga Rp17.870/US$ sebelum kembali tertekan. Rupiah juga sempat menyentuh level Rp17.915/US$ setelah dibuka di posisi Rp17.900/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB, terpantau melemah 0,02% ke posisi 102,164.



Pergerakan rupiah hari ini turut dibayangi perkembangan ekonomi China serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Setelah inflasi China pada pagi hari tercatat lebih rendah dari perkiraan, data perdagangan menunjukkan kinerja yang lebih kuat. Surplus neraca perdagangan China mencapai US$133,53 miliar pada September 2026, dengan ekspor melonjak 36,3% secara tahunan dan impor meningkat 31%, keduanya melampaui ekspektasi pasar.

Kepala Ekonom Greater China ING Lynn Song memperkirakan hubungan perdagangan utama China tetap stabil hingga akhir tahun, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Hubungan perdagangan utama diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun, sehingga dapat menjaga salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi China tahun ini tetap berjalan,” ujar Lynn Song, dikutip dari Reuters.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian Indonesia mengingat China merupakan salah satu mitra dagang utama, sehingga kinerja perdagangannya dapat memengaruhi prospek permintaan ekspor Tanah Air.

Sementara itu, pasar juga menantikan rilis inflasi konsumen AS September 2026 pada Rabu malam ini. Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus, sementara inflasi bulanan diproyeksikan sebesar 0,6%.

Data tersebut akan menjadi petunjuk bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menopang dolar AS dan menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

October 14, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,39% ke Level 5.948

October 14, 2026
Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

October 14, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .