• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS

Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS

November 2, 2026
Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

November 3, 2026
Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

November 3, 2026
Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

November 3, 2026
Bedah Strategi Penguatan Sektor Keuangan RI

Bedah Strategi Penguatan Sektor Keuangan RI

November 3, 2026
Hartadinata Abadi Raih Integrated Gold Business Award

Hartadinata Abadi Raih Integrated Gold Business Award

November 3, 2026
Gold Transaction Trust & Integrity Award

Gold Transaction Trust & Integrity Award

November 3, 2026
Demutualisasi BEI, Kemenkeu Pastikan Tak Akan Ikut Jadi Pemilik

Demutualisasi BEI, Kemenkeu Pastikan Tak Akan Ikut Jadi Pemilik

November 3, 2026
Reformasi Pasar Modal Ibarat Detox, IHSG Merah jadi Konsekuensi

Reformasi Pasar Modal Ibarat Detox, IHSG Merah jadi Konsekuensi

November 3, 2026
Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!

Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!

November 3, 2026
BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

November 3, 2026
Aset Kripto Masih Menarik, Investor 23,48 Juta, Transaksi Rp 30,5 T

Aset Kripto Masih Menarik, Investor 23,48 Juta, Transaksi Rp 30,5 T

November 3, 2026
Transaksi Tanpa Dolar RI US,6 M hingga September, Naik 2x Lipat

Transaksi Tanpa Dolar RI US$52,6 M hingga September, Naik 2x Lipat

November 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, November 3, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS

1 day ago
in Market
Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah mengakhiri perdagangan pertama awal November ini di zona merah. Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), setelah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,11% ke posisi Rp18.140/US$ pada Senin (2/11/2026). Tekanan sejatinya sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah dibuka turun 0,03% ke level Rp18.125/US$. Pelemahan kemudian melebar hingga rupiah sempat menyentuh Rp18.175/US$.

Hingga penutupan, rupiah berhasil memangkas pelemahannya sebesar 35 poin dari posisi terlemah hari ini. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,13% ke posisi 101,745.


Rupiah belum mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS di pasar global. Koreksi DXY yang biasanya membuka ruang penguatan bagi mata uang lain belum cukup membawa mata uang Garuda keluar dari zona merah.

Pelaku pasar global cenderung menahan langkah menjelang sejumlah agenda penting pekan ini. Salah satu perhatian utama adalah pemilu sela AS pada Selasa, yang akan menentukan keseimbangan kekuatan di Kongres.

Hasil pemilu tersebut dapat memengaruhi kemampuan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menjalankan kebijakan anggaran, perpajakan, dan belanja negara.

Adapun, dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 3,23%, melandai dari 3,28% pada September dan sedikit lebih rendah dibandingkan konsensus pasar sebesar 3,25%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, inflasi tahunan tersebut terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Meski melandai, inflasi masih berada di bagian atas rentang sasaran BI dan pemerintah sebesar 1,5%-3,5%. Kondisi ini membuat perkembangan harga tetap perlu dicermati dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur memberikan kabar positif. PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober, tertinggi dalam delapan bulan terakhir, ditopang peningkatan pesanan baru dan ekspor.

Namun, kenaikan biaya bahan baku dan harga jual produsen menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Pelaku pasar pun masih menimbang perbaikan kegiatan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang tetap tinggi.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

November 3, 2026
Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

November 3, 2026
Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

November 3, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .