• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!

Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!

November 3, 2026
OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

November 3, 2026
Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Vantage Markets Hadir di RI

Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Vantage Markets Hadir di RI

November 3, 2026
Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

November 3, 2026
Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

Perkuat Transformasi Bisnis, Askrindo Raih Penghargaan Ini!

November 3, 2026
Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

Heboh Nasabah Bank Swasta Sulit Tarik Dana, OJK Buka Suara

November 3, 2026
Bedah Strategi Penguatan Sektor Keuangan RI

Bedah Strategi Penguatan Sektor Keuangan RI

November 3, 2026
Hartadinata Abadi Raih Integrated Gold Business Award

Hartadinata Abadi Raih Integrated Gold Business Award

November 3, 2026
Gold Transaction Trust & Integrity Award

Gold Transaction Trust & Integrity Award

November 3, 2026
Demutualisasi BEI, Kemenkeu Pastikan Tak Akan Ikut Jadi Pemilik

Demutualisasi BEI, Kemenkeu Pastikan Tak Akan Ikut Jadi Pemilik

November 3, 2026
Reformasi Pasar Modal Ibarat Detox, IHSG Merah jadi Konsekuensi

Reformasi Pasar Modal Ibarat Detox, IHSG Merah jadi Konsekuensi

November 3, 2026
BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

November 3, 2026
Aset Kripto Masih Menarik, Investor 23,48 Juta, Transaksi Rp 30,5 T

Aset Kripto Masih Menarik, Investor 23,48 Juta, Transaksi Rp 30,5 T

November 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, November 3, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!

4 hours ago
in Lifestyle
Seni Destry Jaga Rupiah: Bukan Cuma Intervensi Pasar!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan, kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sangat banyak, tidak hanya bertumpu pada intervensi yang kerap menguras cadangan devisa (cadev) RI.

“Jadi saya selalu menyampaikan bahwa kebijakan Bank Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas Rupiah itu semacam art (seni),” kata Destry saat konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Destry mengakui, saat ini kurs rupiah memang masih tertekan, dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gejolak perekonomian global, domestik, maupun faktor sentimen. Per 2 November 2026, rupiah kata dia telah bertengger di level Rp 18.145/US$, melemah dari level saat menguat pada akhir September 2026 di level Rp17.870/US$.

Ia mengatakan, intervensi memang menjadi kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah yang perlu terus dioptimalkan, terutama melalui transaksi Non-Deliverable Forward di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik.

Namun, ada kebijakan lain yang telah dikembangkan, yaitu memperluas pemberian insentif pengurangan premi untuk meningkatkan aliran portofolio asing pada berbagai instrumen.

Pertama, Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF lindung nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka transaksi dengan underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment melalui pengurangan premi menjadi 40% untuk tenor 6 bulan dan 45% untuk tenor 12 bulan.

Kedua, melalui mekanisme swap beli lindung nilai konvensional kepada Bank Indonesia dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment melalui pengurangan premi sebesar 15% untuk 3 bulan, 20% untuk 6 bulan, dan 25% untuk tenor 12 bulan.

Ketiga, BI turut melanjutkan pemberian insentif bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra untuk diversifikasi transaksi valas berupa penambahan premi swap jual lindung nilai konvensional kepada Bank Indonesia dalam rangka perdagangan dan investasi internasional sebesar 10% dan juga pengurangan premi DNDF lindung nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka perdagangan dan investasi internasional sebesar 10%.

Di luar kebijakan itu, BI kata dia juga bisa menggunakan kebijakan moneter, yaitu penetapan suku bunga acuan BI Rate untuk menjaga stabilitas kurs, maupun penyesuaian penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (BI).

Meski begitu, ia memastikan, kebijakan intervensi di pasar keuangan masih menjadi salah satu opsi yang strategis dan efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai faktor fundamentalnya.

“Pada saat terjadi sentimen yang tiba-tiba merusak pola ataupun nilai yang sesungguhnya dari Rupiah. Nah sehingga itulah menyebabkan intervensi,” tutur Destry.

“Jadi kalau ditanya apakah BI akan terus menggunakan intervensi, ya kita pasti juga akan tetap ada untuk menjaga stabilitas di pasar, baik itu melalui spot, DNDF, atau NDF. Dan sejauh ini kami masih melihat hasilnya cukup efektif,” tegasnya.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

November 3, 2026
Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Vantage Markets Hadir di RI

Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Vantage Markets Hadir di RI

November 3, 2026
Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

November 3, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .