• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada IRSX, AADI, hingga INKP

Ada IRSX, AADI, hingga INKP

August 19, 2026
Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

August 19, 2026
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

August 19, 2026
Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

August 19, 2026
Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

August 19, 2026
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 19, 2026
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

August 19, 2026
Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

August 19, 2026
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

August 19, 2026
Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: Worrisome

Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: Worrisome

August 19, 2026
Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia

Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia

August 19, 2026
IHSG Naik 0,75%, Asing Malah Net Sell Rp355 Miliar

IHSG Naik 0,75%, Asing Malah Net Sell Rp355 Miliar

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ada IRSX, AADI, hingga INKP

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Ada IRSX, AADI, hingga INKP
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,75% ke level 6.449,83 pada perdagangan Selasa (18/8). 

Penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah saham, dengan Bayan Resources (BYAN) melonjak 19,97%, diikuti BRMS yang naik 4,03% dan EMAS sebesar 3,31%. Di sisi lain, beberapa saham menjadi penekan indeks, seperti BBRI yang turun 1,28%, BBCA melemah 0,79%, dan MPRO terkoreksi 6,54%. 

Investor asing mencatatkan net sell Rp689,26 miliar di pasar reguler dan Rp355,17 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona hijau. Sektor energi mencatat kenaikan 2,24%, sedangkan sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan koreksi 0,29%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Dow Jones turun 0,22% ke 53.343, S&P 500 terkoreksi 0,69% ke 7.691, dan Nasdaq melemah 1,33% ke 26.289. ETF EIDO juga masing-masing turun 0,32% dan 0,59%.

FTSE Russell kembali menunda perubahan penuh pada indeks saham Indonesia hingga setidaknya tinjauan Desember 2026. Keputusan tersebut mempertimbangkan proses reformasi pasar serta upaya peningkatan transparansi data kepemilikan saham di Indonesia.

Pada tinjauan September 2026, FTSE Russell hanya akan menerapkan sejumlah penyesuaian terbatas. Perubahan tersebut mencakup klasifikasi industri, pembaruan jumlah saham dan free float dalam batas tertentu, penghapusan saham yang tidak lagi memenuhi kriteria indeks, serta penyesuaian capping dan Weight Adjustment Factor (WAF).

Adapun perubahan segmen kapitalisasi, peningkatan free float, perubahan WAF dari nol menjadi positif, serta penambahan saham baru termasuk IPO masih ditangguhkan.

FTSE Russell juga akan menghapus saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), yang berlaku efektif mulai 21 September 2026. Penundaan rebalancing penuh ini dinilai memberikan ruang bagi proses reformasi pasar Indonesia untuk berjalan lebih lanjut.

Dari sisi aksi korporasi, ada Era Media Sejahtera (DOOH) yang resmi memiliki pengendali baru setelah Sinergi Internasional Investama (SII) menyelesaikan pengambilalihan 3,95 miliar saham atau setara 51% kepemilikan DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026.

Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp50 per saham, sehingga nilai pengambilalihan mencapai Rp197,34 miliar.

SII dikendalikan oleh Tinawati yang tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan 99,90%. Tinawati juga tercatat sebagai UBO PT Solusi Sinergi Digital.

Dengan adanya perubahan pengendalian tersebut, SII wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib atas saham DOOH sesuai POJK No. 9/2018. Harga dan jadwal pelaksanaan tender wajib akan diumumkan lebih lanjut.

SII juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan serta mengembangkan kegiatan usaha yang selama ini dijalankan oleh DOOH.

Selanjutnya ada Bayan Resources (BYAN) yang menjadi perhatian pasar setelah muncul spekulasi mengenai rencana akuisisi oleh Grup Jhonlin milik Haji Isam.

Spekulasi tersebut menguat setelah Haji Isam melakukan peninjauan lapangan bersama di area tambang BYAN di Kutai Kartanegara pada 15 Agustus. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef.

Sejumlah laporan menyebut adanya potensi pengambilalihan hingga 62% saham BYAN. Namun, hingga saat ini belum terdapat keterbukaan informasi resmi dari BYAN maupun Grup Jhonlin mengenai nilai transaksi, struktur pengambilalihan, maupun kepastian pelaksanaan aksi tersebut.

Dengan demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap spekulasi pasar.

Investor juga mencermati agenda RUPSLB PT Jhonlin Agro Raya (JARR) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026. Hingga kini, agenda rapat tersebut belum diungkapkan.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

August 19, 2026
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

August 19, 2026
Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

August 19, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .