• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada Perang, IMF Ramal Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5% di 2026

Ada Perang, IMF Ramal Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5% di 2026

July 9, 2026
OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

July 9, 2026
Masa Depan Kita Sangat Cerah!

Masa Depan Kita Sangat Cerah!

July 9, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

July 9, 2026
Hari Ini Terakhir! Bea Cukai Buka Lowongan untuk Lulusan SMA

Hari Ini Terakhir! Bea Cukai Buka Lowongan untuk Lulusan SMA

July 9, 2026
Ada Bank Sudah Jual Dolar di Rp 18.385

Ada Bank Sudah Jual Dolar di Rp 18.385

July 9, 2026
Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Aset Henry Surya

Tilep Ratusan Miliar Duit Asuransi, OJK Kejar Sisa Aset Henry Surya

July 9, 2026
OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Dana Pemegang Polis Prolife

OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Dana Pemegang Polis Prolife

July 9, 2026
IMF Bilang AI Jadi Penyelamat Sistem Keuangan Global dari Efek Perang

IMF Bilang AI Jadi Penyelamat Sistem Keuangan Global dari Efek Perang

July 9, 2026
Asing Net Sell Rp221 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp221 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 9, 2026
OJK Setujui Merger 8 Bank di Banten

OJK Setujui Merger 8 Bank di Banten

July 9, 2026
OJK Setujui Peleburan 8 Bank di Banten

OJK Setujui Peleburan 8 Bank di Banten

July 9, 2026
Bos Bulog Mau Luncurkan Beras Kita, Berapa Harganya?

Bos Bulog Mau Luncurkan Beras Kita, Berapa Harganya?

July 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ada Perang, IMF Ramal Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5% di 2026

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Ada Perang, IMF Ramal Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5% di 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5% pada 2026, meskipun gejolak perekonomian global terus meningkatkan ketidakpastian.

Dalam laporan World Economy Outlook edisi Juli 2026, IMF memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi RI stabil alias tidak berubah dari outlook edisi April 2026.

Proyeksi ekonomi Indonesia itu sebetulnya dipertahankan di tengah potensi perlambatan ekonomi dunia akibat rambatan perang di Timur Tengah.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan global sebesar 3% pada tahun 2026 dan 3,4% pada tahun 2027,” tulis IMF dalam laporannya, dikutip Kamis (9/7/2026).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3% ini tercatat lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 sebesar 3,5%.

Selain itu, IMF melihat adanya risiko inflasi dunia akan semakin memanas pada 2026. Inflasi yang panas bisa menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi negara.

“Mengenai inflasi, gambaran tersebut agak kurang menggembirakan. Inflasi utama global telah direvisi naik menjadi 4,7 persen tahun ini, sementara perkiraan inflasi inti kami secara umum tidak berubah. Sederhananya, tren disinflasi yang telah berlangsung sejak awal tahun 2024 telah terhenti,” kata IMF.

Meskipun demikian, IMF melihat ekonomi dunia telah mengatasi guncangan akibat perang dengan lebih baik daripada yang dikhawatirkan sejauh ini.

Lonjakan harga minyak yang lebih besar dapat dihindari berkat pengurangan persediaan, peningkatan produksi di luar Teluk, dan tindakan untuk membantu mengurangi permintaan minyak.

Terjadi peningkatan yang stabil dalam pangsa energi terbarukan, dikombinasikan dengan intensitas energi yang lebih rendah daripada beberapa tahun yang lalu, juga telah membuat banyak ekonomi lebih tangguh.

Selain itu, meskipun kondisi keuangan mengencang tajam pada bulan April, kondisi tersebut telah mereda dan tetap mendukung menurut standar historis.

“Sekarang perkiraan kami mengasumsikan bahwa Selat Hormuz mulai dibuka kembali pada pertengahan Juli, dengan kondisi kembali normal seperti sebelum perang pada Maret 2027. Asumsi harga komoditas didasarkan pada harga pasar per 10 Juni, yang menyiratkan harga minyak rata-rata $89 per barel untuk tahun 2026,” menurut outlook IMF.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

OJK Sempurnakan Aturan Bursa Karbon, Harus Terdaftar di SRUK

July 9, 2026
Masa Depan Kita Sangat Cerah!

Masa Depan Kita Sangat Cerah!

July 9, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Kini Tembus Rp18.070

July 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .