• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Alert! IHSG Tiba-Tiba Nukik Tajam & Terjun ke Zona Merah

Alert! IHSG Tiba-Tiba Nukik Tajam & Terjun ke Zona Merah

January 13, 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Lompat

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Lompat

September 9, 2026
Prabowo Siapkan Rekening Otomatis Buat Warga, Terintegrasi dengan QRIS

Prabowo Siapkan Rekening Otomatis Buat Warga, Terintegrasi dengan QRIS

September 9, 2026
Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

September 8, 2026
Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

September 8, 2026
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

September 8, 2026
Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

September 8, 2026
Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

September 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Alert! IHSG Tiba-Tiba Nukik Tajam & Terjun ke Zona Merah

8 months ago
in Market
Alert! IHSG Tiba-Tiba Nukik Tajam & Terjun ke Zona Merah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba tergelincir ke zona merah dan memangkas kenaikan secara signifikan setelah mengawali perdagangan dengan kuat, Selasa (13/1/2026). Pagi tadi, indeks dibuka naik 59,74 poin atau 0,67% ke level 8.944,46, namun pada akhir sesi pertama berakhir stagnan hingga pada awal perdagangan sesi kedua turun dalam hingga ke level 8.841,02.

Dari titik tertinggi ke terendah perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan tiba-tiba kehilangan 115 poin atau terpangkas 1,28%.

Hingga pukul 13.54 WIB sebanyak 310 saham naik, 366 turun, dan 126 tidak bergerak. Total nilai transaksi hari ini tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 22,43 triliun yang melibatkan 45,04 miliar saham dalam 2,73 juta kali transaksi.

Perdagangan IHSG Hari ini masih volatil seperti yang terjadi pada perdagangan kemarin tatkala IHSG sempat tersungkur lebih dari 2% pada perdagangan intraday kemarin. Meski tidak sampai terkoreksi dalam, volatilitas IHSG hari ini terlihat dari pemangkasan apresiasi IHSG yang mana 89 indeks poin atau setara nyaris 1% kenaikan IHSG lenyap dalam hitungan menit.

Saham-saham konglomerat, khususnya Grup Bakrie dan Grup Barito milik Prajogo Pangestu tercatat masih menjadi yang paling ramai diperdagangkan hari ini dan merupakan pendorong IHSG ke zona merah. Saham BUMI, DEWA dan BRMS tercatat terkoreksi lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, dengan saham saham BREN dan BRPT terkoreksi lebih dari 2%.

Sektor infrastruktur dan konsumer non-primer tercatat mengalami koreksi paling dalam hari ini, dengan sektor konsumer primer dan kesehatan menguat paling besar.

Saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Barito Pacific tercatat menjadi pemberat terbesar kinerja IHSG sesi pertama dengan sumbangsih pelemahan masing-masing sebanyak 7,4 indeks poin dan 6,88 indeks poin.

Kemudian diikuti oleh trio emiten milik Grup Bakrie Bumi Resources (BUMI), Bumi Resources Minerals (BRMS) dan Darma Henwa (DEWA) yang secara kumulatif menyumbang koreksi 16,2 indeks poin.

Pada perdagangan sesi pertama, asing tercatat membukukan pembelian Rp 5,7 triliun dan melakukan aksi jual senilai Rp 4,4 triliun, sehingga net foreign buy sesi 1 hari ini mencapai Rp 1,3 triliun.

Saham bank dan komoditas mendominasi dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar. Namun posisi teratas dihuni oleh Astra (ASII) yang mencatat net foreign buy Rp 149,3 miliar.

Kemudian diikuti oleh Alamtri Resources (ADRO) Rp 146,8 miliar, Merdeka Battery Materials (MBMA) Rp 135,4 miliar, dan Vale Indonesia (INCO) Rp 130,3 miliar.

Pasar keuangan hari ini akan menghadapi banyak sentimen, baik dari dalam negeri dan luar negeri. Ambruknya IHSG dalam waktu singkat Senin sore kemarin dan berbalik tajam pada perdagangan hari ini menjadi peringatan buat investor jika pasar bisa jatuh kapan pun.

Sejumlah analis pun buka suara terkait ambruknya IHSG secara tiba-tiba kemarin. Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan koreksi dalam hari ini terjadi karena adanya aksi profit taking di saham-saham energi.

Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengaitkan koreksi dalam ini dengan gejolak geopolitik global.

Adapun memasuki tahun 2026, indikator ekonomi menunjukkan pergerakan yang dinamis baik dari sisi domestik maupun global. Di dalam negeri, daya beli masyarakat mencatatkan pemulihan solid yang tercermin dari data penjualan ritel, sementara sektor energi terus bermanuver melalui kebijakan produksi dan penyelesaian proyek strategis.

Sektor konsumsi rumah tangga Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada akhir 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) pada November 2025 tumbuh sebesar 6,3% secara tahunan.

Angka ini menunjukkan percepatan yang signifikan dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,3% (yoy). Data ini memberikan sinyal positif bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Di kancah internasional, volatilitas harga minyak akibat ketegangan geopolitik serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Pasar komoditas energi global membuka awal pekan di Januari 2026 dengan tren penguatan. Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober tahun lalu, dengan Brent berada di posisi US$63,42 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level US$59,17 per barel.

Kenaikan harga lebih dari 3% dalam sepekan ini dipicu oleh faktor geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya situasi di Iran.

Gelombang protes besar di Iran telah memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi. Sebagai salah satu produsen utama OPEC, gangguan di Iran memiliki dampak sistemik.

Jika situasi memburuk dan terjadi pemogokan pekerja di sektor minyak, potensi kehilangan pasokan bisa mencapai 1,9 juta barel per hari. Angka ini cukup signifikan untuk mengguncang keseimbangan neraca minyak global, terlebih jika jalur distribusi di Selat Hormuz turut terdampak.

Namun, lonjakan harga minyak tertahan oleh perkembangan di belahan bumi lain. Pasar merespons positif sinyal dari Pemerintah Amerika Serikat yang berencana membuka kembali akses ekspor minyak Venezuela.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Lompat

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Lompat

September 9, 2026
Prabowo Siapkan Rekening Otomatis Buat Warga, Terintegrasi dengan QRIS

Prabowo Siapkan Rekening Otomatis Buat Warga, Terintegrasi dengan QRIS

September 9, 2026
Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

September 8, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .