• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

April 24, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

5 months ago
in Market
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI
Share on FacebookShare on Twitter




Bandung, CNBC Indonesia-Ketidakpastian global yang semakin tinggi membawa dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah. Beberapa hari lalu, rupiah bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS atau terlemah sepanjang masa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya menjelaskan, ketidakpastian ini dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin panas. Banyak analis memperkirakan perang akan berlangsung lama, sehingga prospek ekonomi juga semakin memburuk.

“Kondisi perang memperburuk situasi ekonomi sekarang dan ke depan,” terangnya dalam diskusi bersama media di Bandung, Jumat (24/4/2026)

Dampak perang mengganggu jalur logistik dunia pasca Selat Hormuz ditutup. Harga minyak dunia juga melonjak drastis yang diikuti oleh beberapa barang dan jasa lainnya, membuat inflasi dunia diperkirakan meningkat dari 4,1% menjadi 4,2%

“Maka dari itu ekonomi dunia ini akan lebih lambat dari perkiraan semula, dari 3,1% jadi 3%,” ujarnya.

Masalah bergeser pada sektor keuangan. Ruang pelonggaran moneter global menjadi lebih sempit. Suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate diperkirakan tetap hingga akhir tahun. Belanja pertahanan AS melonjak membuat pelebaran defisit dan mendorong peningkatan yield obligasi.

“Ini yang membuat apresiasi dolar, DXY meningkat hampir ke semua mata uang,” terang Juli.

Indeks Dolar AS (DXY) sempat nyaris menyentuh 100. Sementara itu rupiah menembus level Rp17.300. Meski demikian, Juli menyebut pelemahan yang dialami rupiah tidak seburuk mata uang negara lain.

“Nilai tukar rupiah dibandingkan negara lain masih stabil cukup terjaga,”tegasnya. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,52% ke level Rp17.190/US$. Penguatan ini sekaligus membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$

Respons Bank Sentral, kata Juli adalah dengan mempertahankan suku bunga BI-Rate sebesar 4,75%. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder, didukung dengan penguatan kebijakan transaksi pasar valas.

Di samping itu, BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter SRBI. Pada 21 April 2026 SRBI tercatat sebesar Rp885,41 triliun, antara lain didukung dengan kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp165,98 triliun (18,75% dari total outstanding).

Di tengah gejolak tersebut, BI meyakinkan ekonomi nasional masih cukup kuat. Pada 2026 diperkirakan 4,9-5,7% dengan inflasi terjaga 2,5 plus minus 1%. Ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga, neraca dagang yang surplus dan cadangan devisa yang memadai.

(mij/mij)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .