• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
AS-Venezuela Memanas, Harga Minyak Kembali Mendidih

AS-Venezuela Memanas, Harga Minyak Kembali Mendidih

December 18, 2025
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

AS-Venezuela Memanas, Harga Minyak Kembali Mendidih

10 months ago
in Lifestyle
AS-Venezuela Memanas, Harga Minyak Kembali Mendidih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025) pagi, meski secara tren masih berada dalam fase pelemahan sejak awal Desember.

Melansir Refinitiv, pada pukul 09.40 WIB, minyak Brent tercatat di US$59,92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$56,21 per barel.

Pergerakan yang mencerminkan upaya rebound setelah tekanan tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. Dibandingkan posisi Rabu (17/12/2025), Brent naik tipis dari US$59,68 per barel dan WTI menguat dari US$55,94 per barel.



Namun, penguatan ini belum cukup untuk menghapus tren turun yang sudah terbentuk sejak minyak menyentuh level di atas US$63 per barel pada awal bulan.

Jika ditarik lebih panjang, harga Brent telah turun sekitar 5,7% dari posisi 5 Desember 2025 yang masih berada di kisaran US$63,75 per barel. WTI bahkan terkoreksi lebih dalam, melemah hampir 6,5% dari level US$60,08 per barel pada periode yang sama. Data ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam tekanan struktural, meski sesekali muncul reli teknikal jangka pendek.

Sentimen geopolitik kembali menjadi penopang pergerakan hari ini. Pasar merespons eskalasi ketegangan terkait Venezuela, setelah Amerika Serikat mengumumkan langkah pemblokiran terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari negara tersebut. Kebijakan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan, meskipun detail penegakannya masih belum sepenuhnya jelas.

Secara fundamental, kontribusi minyak Venezuela terhadap pasokan global relatif kecil, sekitar 1%. Namun, langkah AS tersebut tetap cukup untuk memicu short covering di pasar yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi jenuh jual (oversold). Reaksi ini lebih bersifat psikologis dan teknikal, ketimbang perubahan nyata pada keseimbangan pasokan global.

Di sisi lain, dampak kebijakan tersebut dinilai terbatas karena sebagian besar minyak Venezuela diekspor ke China. Lemahnya permintaan di Asia serta menumpuknya stok minyak di floating storage membuat efek gangguan pasokan belum terasa signifikan, khususnya bagi importir besar di kawasan tersebut.

Tekanan utama pasar minyak saat ini masih datang dari sisi makro. Perlambatan ekonomi global, kekhawatiran permintaan energi, serta optimisme terhadap kemajuan perundingan geopolitik lain, termasuk potensi meredanya sanksi terhadap Rusia, membuat reli harga cenderung rapuh dan mudah terkoreksi.

Setiap kali harga mencoba menguat, tekanan jual kembali muncul, menandakan pelaku pasar masih berhati-hati dan belum berani mengambil posisi bullish jangka menengah.

Dari sisi pelaku industri, fokus perusahaan minyak global juga mulai bergeser kembali ke bisnis inti minyak dan gas, seiring evaluasi terhadap strategi energi terbarukan yang dinilai belum memberikan imbal hasil optimal. Langkah ini memperkuat persepsi bahwa pasokan jangka panjang relatif aman, sehingga membatasi ruang lonjakan harga.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .