
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali membukukan aksi beli bersih atau net buy di pasar saham Indonesia pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak diburu asing dengan nilai pembelian bersih mencapai ratusan miliar rupiah.
Berdasarkan data perdagangan, total nilai pembelian asing mencapai Rp5,891 triliun, sementara nilai penjualan tercatat Rp4,916 triliun. Dengan demikian, investor asing mencatat net buy sebesar Rp974,6 miliar.
BBRI menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni mencapai Rp628,5 miliar. Nilai tersebut menjadi yang paling dominan dibandingkan saham lainnya.
Seiring dengan hal tersebut saham BBRI naik 2,87% ke level 3.230 pada perdagangan kemarin.
Setelah BBRI, investor asing paling banyak memborong PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dengan net buy Rp297,1 miliar. Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy Rp269,1 miliar.
Asing juga memburu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net buy Rp140 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp137,3 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp113,1 miliar.
Dominasi BBRI dalam aksi beli asing juga menunjukkan kuatnya minat investor asing terhadap saham perbankan. Selain BBRI, tiga bank besar lainnya yakni BBCA, BMRI, dan BBNI juga masuk dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar.
Adapun penguatan minat asing terhadap saham perbankan terjadi di tengah penguatan pasar saham secara keseluruhan. Empat saham bank tersebut mencatat total net buy asing sekitar Rp1,15 triliun.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Jumat:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp628,5 miliar
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) – Rp297,1 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp269,1 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp140 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp137,3 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp113,1 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp99 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp89,4 miliar
- PT Cuan Indonesia Tbk (CUAN) – Rp48,5 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp27,6 miliar
(mkh/mkh)



















