
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan asuransi mulai masif memasarkan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink berbasis mata uang asing. Hal ini seiring dengan pergeseran konsumsi masyarakat yang lebih fleksibel.
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan, pihaknya telah memiliki portofolio asuransi unitlink dalam dua mata uang asing. Pada Desember 2025, perusahaan mengeluarkan GREAT Investlink Protection berbasis dolar Amerika Serikat (USD).
Terbaru, pada Mei 2026, perusahaan asuransi jiwa ini mengembangkan pilihan mata uang dolar Singapura (SGD). Hal ini sekaligus menjadi menjadi produk PAYDI dengan pilihan mata uang SGD pertama di pasar Indonesia.
Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak diperkenalkan, GREAT Investlink Protection pada Agustus 2026 mencatat kontribusi terbesar terhadap produksi bancassurance Great Eastern Life Indonesia. Adapun kontribusinya mencapai lebih dari 50% dari total produksi bancassurance secara year-to-date (YTD).
“Hingga Agustus 2026, kontribusinya telah mencapai lebih dari separuh produksi bancassurance kami, menegaskan bahwa nasabah semakin membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial,” ucap Nina Ong tertulis, dikutip Rabu, (30/9/2026).
Hal ini seiring dengan membaiknya pendapatan premi produk PAYDI/Unit Link. Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi PAYDI tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun pada Semester I 2026. Sementara itu, premi bisnis baru PAYDI/Unit Link meningkat 34,5% menjadi Rp19,78 triliun.
Dari sisi metode pembayaran, pendapatan premi tunggal meningkat 26,3% menjadi Rp40,76 triliun. Bancassurance juga tetap menjadi kanal distribusi terbesar dengan pendapatan premi sebesar Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.
(fsd/fsd)


















