• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Buruan Turunin Bunga Kredit, BI Mau Kasih Insentif!

Bank Buruan Turunin Bunga Kredit, BI Mau Kasih Insentif!

December 3, 2025
Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

October 26, 2026
BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

October 26, 2026
10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

October 26, 2026
Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

October 26, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

October 26, 2026
Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

October 26, 2026
BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

October 26, 2026
Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

October 26, 2026
Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

October 26, 2026
BEI Bawa Kabar Baik dari FTSE Russell, Status RI Aman

BEI Bawa Kabar Baik dari FTSE Russell, Status RI Aman

October 26, 2026
Nasib IHSG & Rupiah Jika Suku Bunga The Fed Ditahan Vs Naik

Nasib IHSG & Rupiah Jika Suku Bunga The Fed Ditahan Vs Naik

October 26, 2026
Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Sekarang Sudah Rp18.120

Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Sekarang Sudah Rp18.120

October 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Bank Buruan Turunin Bunga Kredit, BI Mau Kasih Insentif!

11 months ago
in Market
Bank Buruan Turunin Bunga Kredit, BI Mau Kasih Insentif!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan, perbankan yang cepat menurunkan suku bunga kredit, dan cepat menyalurkannya akan mendapatkan insentif dari bank sentral.

Insentif itu berupa modifikasi insentif yang selama ini sudah dikucurkan, yakni kebijakan likuditas makroprudensial atau KLM. Kebijakan baru KLM itu akan diberlakukan pada 1 Desember 2025.

“Kami lihat ini suku bunga sulit turun, kita kasih insentif buat bank yang bisa cepat turun suku bunga,” kata Destry dalam acara Financial Forum CNBC Indonesia, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Sebagaimana diketahui, insentif ini telah diumumkan BI saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur atau RDG BI pada Oktober 2025 silam.

Saat itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengistilahkan insentif ini sebagai insentif ikat sepat ikan gabus, karena diberikan bagi perbankan yang cepat menyalurkan dan menurunkan suku bunga kredit atau pembiayaannya.

“Makanya ikan sepat ikan gabus, semakin cepat semakin bagus. Jadi ini kebijakan insentif likuiditas yang dilakukan seperti itu,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, Rabu (22/10/2025).

Insentif KLM dengan skema baru ini akan diberikan kepada bank atas komitmennya dalam menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor tertentu (lending channel) dan menetapkan suku bunga kredit/pembiayaan yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia (interest rate channel).

Insentif KLM yang dapat diterima bank terdiri dari insentif lending channel yakni paling tinggi sebesar 5% dari DPK dan insentif interest rate channel yakni paling tinggi sebesar 0,5% dari DPK, sehingga total insentif yang diterima paling tinggi sebesar 5,5% dari DPK.

Sebagaimana diketahui, KLM merupakan insentif yang ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui pengurangan giro bank di Bank Indonesia dalam rangka pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) yang wajib dipenuhi secara rata-rata.

Dengan catatan itu, maka bagi bank yang bisa cepat menyalurkan kredit kepada sektor-sektor prioritas akan memperoleh insentif berupa pengurangan GWM hingga 5,5% dari saat ini kewajiban GWM sekitar 9%.

“Dan ini totalnya ditingkatkan dari semula 5% dari DPK menjadi 5,5% dan itu yang 5% adalah untuk mendorong bank-bank menyalurkan kredit, dan tentunya nanti dibandingkan rencana dengan realisasinya,” papar Perry.

“Kalau realisasinya lebih gede yang ditambah lebih gede insentifnya, kalau realisasi lebih rendah dari rencana ya lebih rendah. Itu untuk penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas Asta Cita. Yang suku bunga juga seperti itu,” tegasnya.

Penting dicatat, sektor yang mendapatkan insentif lending channel terdiri dari sektor pertanian, industri, dan hilirisasi; sektor jasa, termasuk ekonomi kreatif; sektor konstruksi, real estate, dan perumahan; dan/atau sektor UMKM, koperasi, inklusi dan berkelanjutan, yang juga menjadi sektor prioritas Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Besaran insentif yang diberikan kepada bank pada lending channel juga memperhitungkan faktor penyesuaian atas realisasi pertumbuhan kredit/pembiayaan dibandingkan dengan komitmen pertumbuhan kredit/pembiayaan periode sebelumnya.

Pengukuran insentif suku bunga kredit/pembiayaan (interest rate channel) didasarkan pada tingkat kecepatan perbankan dalam menyesuaikan suku bunga kredit/pembiayaan baru terhadap suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

“Ini nanti akan dihitung juga elastisitas suku bunga kredit baru dan pembiayaan yang baru terhadap BI Rate. Kalau elastisitasnya di bawah 0,3% yang gak dikasih insentif likuiditas, kalau 0,3% sampai 0,6% dikasih insentif likuiditas 40 bps dari DPK. Kalau elastisitasnya gede di atas 0,6% dapat 50 bps dari DPK,” ujar Perry.

(arj/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

October 26, 2026
BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

October 26, 2026
10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

October 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .