
Jakarta, CNBC Indonesia — Industri pergadaian mencatat pertumbuhan pembiayaan yang naik kencang hingga Juli 2026. Penyaluran pembiayaan pergadaian mencapai Rp160,78 triliun, tumbuh 50,73% secara tahunan (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang paling tinggi di sektor PVML.
“Pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada Juli 2026 tumbuh sebesar 50,73% year onyear menjadi Rp160,78 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Agustus 2026, Senin (7/9/2026).
Pertumbuhan pergadaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan industri perusahaan pembiayaan. Pada Juli 2026, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan hanya tumbuh 2,01% yoy menjadi Rp513,05 triliun.
Pertumbuhan pergadaian juga melampaui industri pinjaman daring (Pindar), yang mencatat pertumbuhan outstanding pembiayaan sebesar 24,76% yoy menjadi Rp105,63 triliun.
Dari total pembiayaan pergadaian tersebut, produk gadai masih menjadi kontributor terbesar. Pembiayaan yang disalurkan melalui produk gadai mencapai Rp136,39 triliun, atau sekitar 84,83% dari total pembiayaan pergadaian.
Di sisi lain, pertumbuhan pesat tersebut terjadi ketika sejumlah segmen lain di sektor PVML justru mengalami kontraksi. Pembiayaan modal ventura pada Juli 2026 tercatat turun 0,46% yoy menjadi Rp16,32 triliun.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) kontrkasi 0,40% yoy menjadi Rp1,05 triliun.
Agusman mengatakan OJK juga terus melakukan pengembangan dan penguatan industri pergadaian. Salah satunya dengan memberikan persetujuan peningkatan lingkup wilayah usaha menjadi nasional kepada PT Pusat Gadai Indonesia dan PT Raja Gadai Indonesia.
Dengan persetujuan tersebut, saat ini terdapat lima perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional.
(mkh/mkh)


















