
Jakarta, CNBC Indonesia – BP BUMN bersama BPI Danantara senantiasa menggencarkan program transformasi BUMN. Salah satunya diwujudkan melalui percepatan streamlining perusahaan sebagai upaya membangun struktur yang lebih ramping, efektif, dan efisien.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, sebanyak 652 perusahaan pelat merah akan dipangkas. Alhasil, hanya tersisa 250 perusahaan BUMN saja.
“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujar Dony dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (9/8/2026).
Asal tahu saja, hingga saat ini sebanyak 274 entitas telah ditata sebagai bagian dari transformasi pengelolaan BUMN.
“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, resultnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” terang dia.
Lebih jauh, Dony pun sudah menyelenggarakan pertemuan bersama Utusan Khusus Presiden untuk membahas perkembangan transformasi BUMN. Pertemuan ini menerangkan sejumlah dampak positif dari transformasi yang mulai dirasakan di sejumlah BUMN.
Sebagai informasi, sejumlah BUMN yang disebut dalam proses konsolidasi antara lain, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang akan memangkas 34 anak usaha.
Di samping itu, ada holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG) akan menjadi 12 entitas bisnis saja dalam ekosistemnya.
Selain itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga akan memangkas 42 entitas bisnisnya menjadi tersisa 15 perusahaan.
(rob/haa)



















