• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

April 24, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

October 26, 2026
PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

October 26, 2026
APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

October 26, 2026
MBSS Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara Hingga Rp6 T dari GEL Group

MBSS Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara Hingga Rp6 T dari GEL Group

October 26, 2026
Danantara Bongkar Bisnis Berlapis BUMN, Target Hemat Triliunan

Danantara Bongkar Bisnis Berlapis BUMN, Target Hemat Triliunan

October 26, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

October 26, 2026
Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

October 26, 2026
Pengguna Sudah 71 Juta, BI Mau Jadikan QRIS Sebagai Kredit Scoring

Pengguna Sudah 71 Juta, BI Mau Jadikan QRIS Sebagai Kredit Scoring

October 26, 2026
Indonesia Didorong Tentukan Peringkat Pasar Modal Sendiri

Indonesia Didorong Tentukan Peringkat Pasar Modal Sendiri

October 26, 2026
Video: HSC Dicoret Dari Indeks, BEI & OJK: Reformasi Berlanjut!

Video: HSC Dicoret Dari Indeks, BEI & OJK: Reformasi Berlanjut!

October 26, 2026
InJourney Airports Pangkas Tarif Bandara 50%, Tiket Pesawat Turun?

InJourney Airports Pangkas Tarif Bandara 50%, Tiket Pesawat Turun?

October 26, 2026
OJK Beberkan Kondisi Kebijakan Pasar Modal Terkini

OJK Beberkan Kondisi Kebijakan Pasar Modal Terkini

October 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

6 months ago
in Lifestyle
Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (24/4/2026), di tengah penguatan dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di posisi Rp17.260/US$ atau terapresiasi sebesar 0,12%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (23/4/2026), rupiah ditutup melemah ke level terlemahnya sepanjang masa di Rp17.280/US$ atau turun 0,64%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB masih berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04%. Ini melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sebelumnya, ketika DXY ditutup naik 0,18% ke level 98,770.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan banyak dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan perang di Timur Tengah antara AS dan Iran. Dolar AS saat ini berada di jalur penguatan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir, setelah negosiasi damai antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan berarti.

Ketidakpastian tersebut membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset safe haven. Kondisi ini pada akhirnya membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Dari dalam negeri, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan tekanan terhadap rupiah tidak terjadi sendiri, melainkan sejalan dengan pelemahan yang juga dialami mata uang regional lain di tengah tingginya ketidakpastian global.

“Tekanan pada Rupiah yang terjadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama,” kata Destry kepada CNBC Indonesia.

Karena itu, BI memastikan akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market agar aliran modal asing tetap masuk ke aset domestik di tengah berlanjutnya dampak perang di Timur Tengah.

“Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujar Destry.

Ia juga menekankan, secara year to date, rupiah tercatat melemah 3,54%, sementara cadangan devisa Indonesia masih tetap terjaga di level US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

October 26, 2026
PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

October 26, 2026
APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

October 26, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .